Eksklusif, Cerita Putri Candrawathi Berbohong Soal Pelecehan Seksual yang Dialaminya

Reporter

Editor

Febriyan

Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo beserta istri Putri Candrawathi saat mengikuti rekonstruksi terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. Proses rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan terhadap Brigadir J yang melibatkan 5 orang tersangka ini merekaulang sebanyak 74 adegan. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Putri sempat mengaku sebagai korban pelecehan seksual oleh Yosua. 

Putri sempat melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut ke polisi, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) hingga Komisi Nasional Perempuan. 

LPSK sempat mencoba menggali keterangan Putri untuk memastikan apakah benar-benar dia merupakan korban pelecehan seksual, akan tetapi mereka kesulitan karena Putri terus disebut masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. 

LPSK bahkan baru dapat memeriksa Putri pada 9 Agustus 2022. Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan mereka pun tak bisa mendapatkan banyak keterangan dari Putri karena dia terus menyatakan malu atas kejadian tersebut. 

Putri diperiksa personil Biro Paminal Polri

Meskipun demikian, Putri ternyata sempat diperiksa oleh personil Divisi Propam Polri pada 9 Juli 2022. Mantan Wakaden B Ropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin menuturkan bahwa dirinya memeriksa Putri atas perintah Ferdy Sambo di rumah pribadi mereka di Jalan Saguling III, Jakarta Selatan. 

Arif mengaku mencatat keterangan Putri di secarik kertas HVS saat itu. Putri bercerita kejadian itu bermula ketika dia baru pulang dari Magelang dan langsunng menuju ke kamar untuk beristirahat. 

"Saat itu kondisi saya seddang sakit, tidak enak badan dan capek baru pulang dari luar kota," kata Putri seperti tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan Ferdy Sambo yang sempat Tempo lihat. 

Saat sedang rebahan di atas tempat tidur, Putri mengaku merasa ada yang meraba bagian bawah tubuhnya.  Dia pun mengaku kaget begitu melihat Brigadir J berada di depannya. 

Putri mengaku sempat menanyakan apa yang dilakukan Yosua, namun ajudan suaminya itu menyuruh dia diam dan kemudian menarik bajunya. Putri mengaku langsung berteriak untuk memanggil Bharada E alias Richard Elizer Pudihang Lumiu dan Bripka Ricky Rizal, namun Yosua justru menodongkan pistol kepadanya. 

Yosua, menurut pengakuan Putri, lantas berlari keluar setelah dia berontak. Putri mengaku langsung mencari telepon seluler dan bersembunyi di depan kamar mandi. 

"Saya menghubungi suami saya," kata Putri.

Sambo mengakui bahwa dirinya lah yang membuat skenario palsu tersebut agar diceritakan Putri. Usai memeriksa Putri, Arif lantas berangkat ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk menyampaikan cerita tersebut agar dibuatkan berkas pemeriksaan. 

"Ya, benar pernyaataan AKBP Arif Rahman tersebut. Semua kronologis tersebut saya buat untuk menyesuaikan dengan cerita yang saya buat dan istri saya hanya menandatangani," kata Sambo membenarkan cerita Arif Rahman yang dibacakan penyidik.


Cerita Putri diteruskan oleh Arif ke Polres Jakarta Selatan

Belakangan polisi menghentikan penyelidikan kasus pelecehan seksual itu karena tidak ditemukan bukti. LPSK pun menolak permohonoan Putri agar mendapatkan perlindungan sebagai saksi dan korban.  

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, pun telah melaporkan Sambo dan Putri ke polisi atas dugaan tindak pidana pembuatan laporaan palsu. Belakangan, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tetap berkeras bahwa pelecehan seksual itu terjadi, namun bukan di rumah dinas Duren Tiga, tetapi di rumah mereka di Magelang pada 7 Juli 2022. 

Dalam kasus ini tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Selain itu, polisi juga menangani kasus menghalang-halangi penegakan hukum atau obstruction of justice dengan telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu: Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, AKBP Arif Rahman Arifin, Kombes Agus Nurpatria, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto. 

Baca: Eksklusif BAP Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan, Ada Arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo






Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Besok Akan Hadirkan 17 Saksi

25 menit lalu

Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Besok Akan Hadirkan 17 Saksi

Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua besok akan menghadirkan empat mantan anggota Div Propam Polri yang menjadi terdakwa.


Anggaran Belanja Ferdy Sambo Sampai 600 Juta Per Bulan, Ini Kata Pengacara

1 jam lalu

Anggaran Belanja Ferdy Sambo Sampai 600 Juta Per Bulan, Ini Kata Pengacara

Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis memberikan tanggapan mengenai adanya isu bahwa kliennya mempunyai anggaran Rp 600 juta untuk belanja bulanan keluarga.


Kekerasan Seksual Masalah Serius, Hubungi 5 Posko Ini untuk Membuat Aduan

6 jam lalu

Kekerasan Seksual Masalah Serius, Hubungi 5 Posko Ini untuk Membuat Aduan

Apabila Anda melihat atau menjadi korban kekerasan seksual, bisa segera hubungi 5 posko pengaduan berikut ini, sekaligus untuk pendampingan hukum.


Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

7 jam lalu

Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

Laporan polisi tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika terdapat petugas yang meminta bayaran, Anda dapat melaporkan ke Propam Polri.


Sidang Terdakwa Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

9 jam lalu

Sidang Terdakwa Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Persidangan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali digelar pekan depan


Ferdy Sambo Telepon Satgasus Merah Putih Usai Tembak Yosua, Ini Kata Pengamat

11 jam lalu

Ferdy Sambo Telepon Satgasus Merah Putih Usai Tembak Yosua, Ini Kata Pengamat

Majelis hakim menyebut orang yang paling pertama dihubungi oleh Ferdy Sambo adalah salah satu anggota Satgasus Merah Putih.


Kabar Uang Belanja Ferdy Sambo Rp 600 Juta, Peneliti: Tak Masuk Akal, Kecuali Punya Penghasilan Lain

17 jam lalu

Kabar Uang Belanja Ferdy Sambo Rp 600 Juta, Peneliti: Tak Masuk Akal, Kecuali Punya Penghasilan Lain

Bambang Rukminto menanggapi kabar uang belanja Ferdy Sambo hinggga Rp 600 juta per bulan. Menurut dia angka itu tak masuk akal.


6 Fakta-fakta Kasus Suap Ismail Bolong dan Bantahan Kabareskrim

18 jam lalu

6 Fakta-fakta Kasus Suap Ismail Bolong dan Bantahan Kabareskrim

Dalam kasus Ismail Bolong, belakangan nama Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto disebut-sebut terlibat.


Polri Klaim Sudah Panggil Ismail Bolong dalam Kasus Tambang Ilegal

19 jam lalu

Polri Klaim Sudah Panggil Ismail Bolong dalam Kasus Tambang Ilegal

Polisi mengatakan Ismail Bolong sudah dipanggil oleh penyidik namun belum hadir. Menurut Pipit, masih ada tahapan-tahapan pemanggilan Ismail.


Komitmen Bersih-bersih Polri dari Mafia Tambang, Kapolri: Dimulai dari Kasus Ismail Bolong

1 hari lalu

Komitmen Bersih-bersih Polri dari Mafia Tambang, Kapolri: Dimulai dari Kasus Ismail Bolong

Kapolri menyebut Ismail Bolong merupakan titik awal bagi Polri untuk menyelidiki aktivitas suap tambang di tubuh kepolisian.