Soal Radikalisme, Atheis, dan Khilafah, Surya Paloh: No, Tidak dan Tidak

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat memberikan sambutan dalam Rakernas Partai NasDem di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2022. Mahathir Mohamad memberikan kuliah umum dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem dengan forum yang bertema 'Politik Membangun Peradaban Hubungan ASEAN dan Tantangan ke Depan'. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyatakan partainya menentang adanya sikap radikalisme dan atheis. Menurut Surya, partainya ingin memberikan edukasi politik kepada masyarakat menuju Pemilu 2024, sambil mengampanyekan pertentangan terhadap tiga hal tersebut.

"Apa yang menjadi masalah bagi kita? Kalau radikalisme bisa enggak kita kasih hidup di tengah bangsa kita? Ini NasDem bilang no, tidak dan tidak. Apa lagi sikap atheis, tidak menghormati agama, enggak ada urusan," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juni 2022. 

Selain itu, Surya juga menyatakan partainya menentang paham khilafah atau membentuk negara baru. Ia menyatakan NasDem tak akan berkompromi dengan paham tersebut.

Surya menyatakan partai NasDem menginginkan agar Pemilu 2024 berjalan damai dan tanpa adanya polarisasi. Surya mengajak elite politik dan masyarakat membuka ruang diskusi jika ditemui perselisihan dalam Pemilu 2024. 

"Kalau salah langkah, salah ucap sedikit, masa kita tidak bisa duduk bersama menyelesaikan permasalahan-permasalahan kita dalam semangat kekeluargaan sebangsa dan setanah air?" ujar Surya. 

Untuk mencegah polarisasi di masyarakat, Surya juga mengaku telah menyodorkan nama pasangan Anies Baswedan - Puan Maharani kepada Presiden Jokowi. Surya menganggap dengan disatukannya dua politikus dari dari dua kubu berbeda ini, maka polarisasi cebong-kadrun yang terjadi sejak pilpres sebelumnya dapat berakhir. 

"Suasana pemilu itu sendiri kalau kita memulainya dengan keadaan yang kacau balau, bertikai di anatra kita, merusak, menghujat, terus bicara kamu kadrun, kamu cebong, kamu kadrun, kamu kampret, kamu tidak nasionalis, kamu akan bikin radikalisme, ini siapa?" ujar Surya Paloh. 

M JULNIS FIRMANSYAH 

Baca: Akhiri Polemik Cebong Kadrun, Surya Paloh Sodorkan Nama Anies - Puan ke Jokowi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Tahapan Pemilu 2024 Sudah Dimulai: Revisi UU Belum Jelas, Anggaran Masih Kurang

9 jam lalu

Tahapan Pemilu 2024 Sudah Dimulai: Revisi UU Belum Jelas, Anggaran Masih Kurang

Pemekaran wilayah di Papua memberi konsekuensi pada jumlah daerah pemilihan di Pemilu 2024. Anggota DPR mengusulkan Presiden mengeluarkan perpu.


KPU Minta Bantuan Kominfo agar Pengiriman Hasil Pemilu 2024 Semakin Cepat

11 jam lalu

KPU Minta Bantuan Kominfo agar Pengiriman Hasil Pemilu 2024 Semakin Cepat

KPU meminta bantuan penguatan jaringan internet ke Kementerian Komunikasi dan Informatika agar pengiriman hasil rekapitulasi suara di TPS lebih cepat


Peluang Berkoalisi dengan PKB dan Gerindra, PKS: Masih Panjang Ceritanya

12 jam lalu

Peluang Berkoalisi dengan PKB dan Gerindra, PKS: Masih Panjang Ceritanya

PKS masih berkomunikasi dengan PKB dan Partai Gerindra yang bakal resmi berkoalisi. Komunikasi diklaim masih terus berjalan karena iklim politik masih dinamis.


Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

13 jam lalu

Tiket Pilpres 2024, LSI Sebut Baru PDIP dan KIB yang Punya

LSI menyatakan sampai saat ini hanya dua poros utama yang telah memiliki 'tiket pilpres' atau mengusung pasangan capres - cawapres di Pemilu 2024


BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

16 jam lalu

BPIP Populerkan Salam Pancasila saat Seminar di Yogyakarta

Survei menunjukkan terjadi penurunan kesadaran terhadap Pancasila. 85 persen milenial terpapar terorisme.


Kata PKB soal Upaya PKS Mengajukan Uji Materi Presidential Threshold ke MK

18 jam lalu

Kata PKB soal Upaya PKS Mengajukan Uji Materi Presidential Threshold ke MK

PKB pesimis gugatan Presidential Threshold PKS bisa dikabulkan Mahkamah Konstitusi. Saat ini PKB belum berpikiran ikut karena tahapan Pemilu sudah dimulai.


PKS Daftarkan Gugatan soal Presidential Threshold ke MK Siang Ini

19 jam lalu

PKS Daftarkan Gugatan soal Presidential Threshold ke MK Siang Ini

PKS bakal maju sendiri mendaftar gugatan presidential threshold 20 persen ke Mahkamah Konstitusi. Substansi hukum dinilai lebih penting daripada banyaknya jumlah penggugat.


Presiden Jokowi Minta Polri Kawal Pembangunan IKN, Pemilu 2024, Hingga G20

1 hari lalu

Presiden Jokowi Minta Polri Kawal Pembangunan IKN, Pemilu 2024, Hingga G20

Presiden Jokowi mengingatkan Polri untuk mengawal pembangunan IKN, Pemilu 2024 hingga G20 pada pidatonya dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-76.


Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

1 hari lalu

Menanti Poros Ketiga Pilpres 2024, Penantang Dominasi PDIP

Poros Ketiga Pilpres 2024 diprediksi akan dibentuk oleh Partai NasDem, PKS dan Partai Demokrat. Ketiganya memiliki visi yang sama.


Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

2 hari lalu

Airlangga Instruksikan Pengurus Golkar Jalin Kerja Sama KIB hingga Akar Rumput

Airlangga menginstruksikan pengurus partainya untuk menjalin kerja sama politik Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan PPP dan PAN hingga akar rumput