Bripda Randy Bagus Dipecat, Tim Advokasi Novia Widyasari Desak Penyidikan Aborsi

Reporter

Bripda Randy Bagus, saat ditahan di dalam sel Polres Mojokerto. Polri melalui Polda Jawa Timur telah menahan dan memproses Bripda Randy Bagus yang diduga sengaja menyuruh Novia Widyasari untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali. Foto: Polda Jawa Timur

TEMPO.CO, Surabaya - Tim Advokasi untuk Novia Widyasari mengapresiasi Kepolisian Daerah Jawa Timur, khususnya Bidang Profesi dan Pengamanan, yang telah menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat kepada Brigadir Dua Randy Bagus Hari Sasongko dari institusi Polri.

Menurut anggota Tim Advokasi untuk Novia Widyasari, Yenny Eta Widyanti, pemberian sanksi etik itu menjadi langkah maju bagi terpenuhinya rasa keadilan, khususnya untuk almarhumah Novia Widyasari dan keluarganya. “Tim advokasi akan memantau tindak lanjut dari putusan tersebut hingga akhirnya benar-benar dilaksanakan,” tutur Yenny dalam pernyataan tertulisnya, Kamis, 27 Januari 2022.

Yenny berujar, di luar proses etik profesi yang melahirkan putusan PTDH, tim advokasi mengingatkan Polda Jawa Timur bahwa masih terdapat proses pidana yang harus diselesaikan secara tuntas, adil dan terbuka. Tim advokasi meyakini bahwa aborsi Novia Widyasari adalah aborsi tanpa persetujuan korban lantaran dilakukan atas desakan dan bujuk rayu Randy dan keluarganya.

“Tim advokasi mendorong adanya perubahan persangkaan pasal yang awalnya  348 KUHP, yakni aborsi dengan persetujuan, berubah menjadi 347 KUHP, yakni aborsi tanpa persetujuan,” tutur Yenny.

Tim advokasi, kata dia, memandang  perlunya ada tindak lanjut dan penelusuran atas informasi-informasi penting yang dapat diakses  dari telepon genggam mahasiswa Universitas Brawijaya Malang itu yang saat ini di tangan penyidik. Tim advokasi menganggap  hal itu belum dilakukan. Sebab, terbukti belum adanya pemeriksaan terhadap teman-teman curhat Novia yang banyak berkomunikasi, termasuk tangkapan layar pembicaraan korban dengan sejumlah pihak.

Sebelumnya pada Kamis pagi sidang etik profesi yang digelar Bid Propam Polda Jawa Timur di Surabaya memutuskan memecat Bripda Randy Bagus dari kedinasan polisi. Anggota Polres Pasuruan itu dinyatakan secara jelas bersalah melanggar Pasal 7 ayat 1 hruf b dan Pasal 11 huruf c Perkap 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Gatot Repli Handoko, Randy tinggal menunggu proses administrasi pemecatan saja. Setelah itu Randy akan menjalani proses pidana umum yang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum. “Saat ini yang bersangkutan tahanan Ditreskrimum Polda Jatim,” tutur Gatot ihwal kasus Novia Widyasari.

Baca Juga: Polisi Bekas Pacar Almarhumah Novia Widyasari Dipecat Tidak Dengan Hormat






Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

3 jam lalu

Kasus Ismail Bolong, ISESS Minta Polri Fokus pada Surat LHP Kadiv Propam

ISESS meminta Polri fokus pada surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang dikeluarkan oleh Propam dalam mengungkap kasus Ismail Bolong


Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

1 hari lalu

Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama memberantas aksi tawuran dan gangster yang belakangan ini marak.


Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

1 hari lalu

Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran dan gangster yang beberapa hari ini meresahkan warga Surabaya.


Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

2 hari lalu

Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Perlihatkan Gulungan ke Ketua RT: Ada Mantra-mantra

Polisi memperlihatkan gulungan mantra kepada Ketua RT 07 Kelurahan Kalideres. Gulungan itu didapati di lokasi kejadian satu keluarga tewas Kalideres.


Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

5 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Pakistan Menargetkan Polisi, 3 Tewas dan 28 Luka-luka

Bom bunuh diri telah terjadi di kota Quetta, Pakistan, di mana pelaku mengincar aparat kepolisian. Taliban mengklaim bertanggung jawab.


San Francisco Izinkan Polisi Gunakan Robot yang Dapat Mematikan

5 hari lalu

San Francisco Izinkan Polisi Gunakan Robot yang Dapat Mematikan

Robot ini dapat dikendalikan polisi San Francisco dari jarak jauh dalam situasi darurat.


Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

5 hari lalu

Warga Cina yang Ikut Unjuk Rasa Menolak Aturan Covid-19 Mulai Diburu Polisi

Dua sumber yang ikut berunjuk rasa menolak aturan Covid-19, di telepon oleh Kepolisian Beijing yang meminta mereka melakukan lapor diri.


Belum Berdamai dengan Penggemar Lesti Kejora, Dewi Perssik: Kuncinya Mami Saya

5 hari lalu

Belum Berdamai dengan Penggemar Lesti Kejora, Dewi Perssik: Kuncinya Mami Saya

Selebritas Dewi Perssik memenuhi undangan Polres Metro Jakarta Selatan untuk proses mediasi dengan tersangka kasus dugaan pelanggaran UU ITE.


Inilah Sederet Polisi Berpangkat Rendah dengan Kekayaan Melimpah

8 hari lalu

Inilah Sederet Polisi Berpangkat Rendah dengan Kekayaan Melimpah

Praktik-praktik ilegal kerap dilakukan para polisi berpangkat rendah untuk mendulang kekayaan di luar gaji pokok polisi yang tidak seberapa.


Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

8 hari lalu

Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

Laporan polisi tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika terdapat petugas yang meminta bayaran, Anda dapat melaporkan ke Propam Polri.