Eks Bupati Buru Selatan Punya 20 Bidang Tanah dan Kapal Ikan Tuna

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Januari 2022. KPK menduga Tagop menerima fee Rp10 miliar dalam kasus tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulisa mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 26 Januari 2022. KPK menduga Tagop menerima fee Rp10 miliar dalam kasus tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Bupati Buru Selatan, Maluku, Tagop Sudarsono Soulisa, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga menerima suap, gratifikasi, serta tindak pidana pencucian uang dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

    "KPK telah melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkaranya pada tahap penyidikan, dan menetapkan Bupati Kabupaten Buru Selatan periode 2011-2016 dan 2016-2021 sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 26 Januari 2022.

    Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke KPK, Tagop mempunyai beberapa aset. Mulai dari 20 bidang tanah yang tersebar di Jakarta, Buru Selatan, sampai dengan Maluku Tengah. Totalnya Rp 10,28 miliar.

    Selain itu, Tagop juga tercatat mempunyai kendaraan bermesin senilai Rp 809 juta, di dalamnya termasuk 20 unit kapal ikan tuna hingga mobil Honda CR-V. Dan harga bergerak lainnya senilai, Rp 1,47 mikiar, kas Rp 4,2 miliar. Dia juga tercatat memiliki utang Rp 970 juta.

    Sebelumnya, KPK pada Rabu, 19 Januari 2022 melaporkan telah mengusut dugaan suap proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun anggaran 2011-2016. KPK juga telah menggeledah beberapa lokasi di Kabupaten Buru Selatan dan mengamankan berbagai bukti.

    "Beberapa bukti yang diamankan adalah dokumen proyek-proyek pekerjaan, dokumen aliran sejumlah dana, dan barang elektronik," kata Lili.

    Bersama dengan Tagop, komisi antirasuah itu juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya dari pihak swasta, yakni Johny Rynhard Kasman dan Ivana Kwelju. 


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Pemerintah Longgarkan Aturan Memakai Masker

    Jokowi mengizinkan masyarakat lepas masker di ruang terbuka setelah melihat kondisi pandemi Covid-19 yang memenuhi nilai-nilai tertentu.