Sembilan Tokoh Mendapat Gelar Adat dari Pewaris Pagaruyung

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Padang: Pewaris Kerajaan Istano Pagaruyung akan memberikan gelar adat sangsako kepada sembilan tokoh nasional dan tokoh Sumatera Barat pada 10 Januari mendatang di Istano Silinduang Bulan, Nagari Pagaruyung, Kabuaten Tanah Datar.

Pewaris Kerajaan Pagaruyung Puti Reno Raudha Thaib, Selasa (6/1) mengatakan, gelar sangsako adat akan diberikan pada sejarawan Des Alwi, ekonom Emil Salim, mantan Gubernur Sumatera Barat Harun Zein, sejarawan Taufik Abdullah, sastrawan Taufiq Ismail, tokoh Sumatera Barat Januar Muin, pakar hukum Hasyim Jalal, kolumnis Fadli Zon, dan pemerhati HAM, Saafroedin Bahar.

"Pemberian gelar kepada mereka karena para tokoh itu memiliki perhatian terhadap Sumatera Barat, serta memiliki integritas dan konsisten di bidangnya masing-masing," kata Puti Reno Rhauda Thaib.

"Kesembilan tokoh tersebut telah dikonfirmasi kesediaannya untuk hadir saat penganugerahan gelar di Istano Silindung Bulan. Kemungkinan yang tidak bisa hadir adalah Bapak Harun Zein karena faktor usia," tambahnya.

Gelar adat itu diberikan setelah diputuskan dalam rapat dari Lembaga Tertinggi Pucuk Adat Alam Minagkabau yang dipimpin Sutan Muhammad Thaib, Pewaris Alam Minangkabau dari Kerajaan Pagaruyung, pada 27 Desember lalu yang dihadiri 52 pimpinan adat Minangkabau di Sumatera Barat dan Muko-Muko, Bengkulu.

Pewaris Kerajaan Pagaruyung selama ini juga telah memberikan gelar adat kepada sejumlah tokoh nasional, seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati dan Anwar Nasution.

FEBRIANTI






Pengesahan RKUHP Diminta Ditunda, Ini 12 Hal yang Dipersoalkan

4 hari lalu

Pengesahan RKUHP Diminta Ditunda, Ini 12 Hal yang Dipersoalkan

DPR dan pemerintah hari ini berencana mengesahkan RKUHP. Aliansi masyarkat sipil menilai masih banyak pasal yang mengekang kebebasan berekspresi.


Tolak Pengesahan RKUHP, Demonstran Bawa Bunga Karangan ke DPR

4 hari lalu

Tolak Pengesahan RKUHP, Demonstran Bawa Bunga Karangan ke DPR

Mereka turut menaburkan bunga di depan gedung DPR sebagai bagian dari aksi simbolik atas kekecewaan mereka terhadap RKUHP.


REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

30 hari lalu

REDD+ di Kalimantan Timur, Indonesia Terima Pembayaran Pertama Rp 327 Miliar

Indonesia menerima pembayaran pertama dari Bank Dunia atas kesepakatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) di Kaltim.


Ketua Damannas Tegaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Kerajaan/Kesultanan

42 hari lalu

Ketua Damannas Tegaskan Perbedaan Masyarakat Adat dengan Kerajaan/Kesultanan

Golongan kerajaan dan kesultanan sedang berupaya memiliki undang-undang sendiri dalam NKRI.


Berharap Dukungan Publik dan Media untuk Masyarakat Adat

43 hari lalu

Berharap Dukungan Publik dan Media untuk Masyarakat Adat

Peran media massa dan media sosial dinilai sangat penting bagi perjuangan hak-hak masyarakat adat.


Pembukaan KMAN VI Diramaikan Ratusan Penari Pelajar

45 hari lalu

Pembukaan KMAN VI Diramaikan Ratusan Penari Pelajar

Tari kolosal ini banyak menceritakan kehidupan masyarakat di negeri matahari terbit, di danau, pantai, sungai, kali, lembah dan rawa.


Pemkab Jayapura telah Bentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat

46 hari lalu

Pemkab Jayapura telah Bentuk Gugus Tugas Masyarakat Adat

Kantor Bupati tidak lagi hanya milik ASN atau PNS saja, namun juga dimiliki oleh orang Adat


RUU Masyarakat Adat Masih Diperjuangkan di DPR

47 hari lalu

RUU Masyarakat Adat Masih Diperjuangkan di DPR

Pengesahan RUU Masyarakat Adat mencegah kejadian-kejadian yang mengganggu bangsa ke depan


Transformasi Digital Bagi Masyarakat Adat Tak Bisa Seenak Jidat

50 hari lalu

Transformasi Digital Bagi Masyarakat Adat Tak Bisa Seenak Jidat

Pemerintah didorong rajin berdialog dengan masyarakat adat untuk mengetahui layanan yang dibutuhkan mereka di era digital ini.


Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

4 Oktober 2022

Rahasia di Balik Nama Kali Biru di Berap

Kali Biru di Berap pada awal mulanya dikenal sebagai tempat bermain dan tempat menari burung hitam putih berekor panjang