Aceh Siagakan Obat-obatan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja menyortir obat Covid-19 di gerai ekspedisi pengiriman barang Sicepat di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu, 17 Juli 2021. Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja menyortir obat Covid-19 di gerai ekspedisi pengiriman barang Sicepat di Jalan K.S Tubun, Petamburan, Jakarta, Sabtu, 17 Juli 2021. Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir bagi pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Aceh menyiagakan obat-obatan di setiap rumah sakit umum daerah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada akhir 2021.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman mengatakan tren penularan Covid-19 di Aceh memang telah menunjukkan penurunan, tetapi pemerintah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan.

    “Untuk obat-obatan kami juga sudah inventarisir di setiap rumah sakit, dan mereka masih punya obat-obatan,” kata Iman Murahman di Banda Aceh, Kamis, 25 November 2021. 

    Iman menjelaskan tidak hanya rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh daerah yang siaga terhadap obat-obatan, pihaknya di Dinas Kesehatan Aceh juga masih memiliki persediaan obat-obatan, baik obat oral maupun injeksi.

    “Kalau memang perlu kita pun masih punya obat-obatan, baik itu injeksi maupun obat-obatan oral, kita siap,” kata Iman.

    Selain itu, lanjut Iman, Dinas Kesehatan Aceh juga masih punya stok sekitar 100.000 alat rapid antigen guna mendeteksi warga terhadap infeksi Covid-19. Apabila sewaktu-waktu pemerintah di 23 kabupaten/kota seluruh Aceh membutuhkan, maka pihaknya siap untuk mendistribusikan.

    “Untuk rapid antigen kita juga masih punya stok sekitar 100.000 lagi, yang memang kalau kabupaten/kota minta untuk rapid antigen di setiap pasien masuk rumah sakit, itu kita masih siap,” kata Iman.

    Selain itu, Aceh juga siap dengan ketersediaan ruang isolasi dan perawatan di rumah sakit bagi pasien Covid-19, apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di paling barat Indonesia itu.

    Aceh memiliki 30 unit RUSD yang menjadi rujukan Covid-19 di seluruh Aceh, dengan kapasitas tempat tidur di ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) sebanyak 115 bed dan 893 bed di ruang isolasi Pinere.

    Data Bed Occupancy Rate Dinas Kesehatan Aceh hingga Kamis (25/11) malam menunjukkan bahwa pasien infeksi Covid-19 yang masih berada di rumah sakit rujukan daerah hanya tersisa 15 orang, dan semuanya sedang menjalani isolasi mandiri dan nihil pasien RICU. “Jadi mudah-mudahan persiapan dari tingkat ruang isolasi sudah memadai,” kata Iman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)