Jokowi Minta Pers Terapkan Jurnalisme Bijak

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Presiden Joko Widodo (kanan) menghadiri KTT ASEAN ke-38 dan 39 secara dalam jaringan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Oktober 2021. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

    Presiden Joko Widodo (kanan) menghadiri KTT ASEAN ke-38 dan 39 secara dalam jaringan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Oktober 2021. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kemerdekaan pers di dalam pemerintahannya. Hal ini ia ungkapkan saat memberi sambutan di Kongres VI Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 29 Oktober 2021.

    "Pemerintah akan terus memegang teguh komitmen untuk menjaga kemerdekaan pers, membuka ruang bagi insan pers untuk menyuarakan kepentingan publik, terbuka atau sikap kritis, dan solutif mengawal berbagai kebijakan pemerintah," kata Jokowi.

    Jokowi mengaku sadar masih banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa diselesaikan pemerintah. Termasuk kritik yang kerap datang dari pers.

    "Kritik yang membangun itu sangat penting, pemerintah akan menjawab dengan pemenuhan tanggung jawab, agar membuahkan hasil yang diharapkan untuk kepentingan rakyat," kata dia.

    Jokowi kemudian berpesan agar jurnalisme tidak hanya sekedar menyajikan fakta, tetapi juga memperhitungkan dampak. Pers, kata dia, seharusnya tak hanya sekedar menerapkan good journalism, tetapi juga wise journalism atau jurnalisme yang bijak.

    Apalagi di tengah disrupsi teknologi, Jokowi mengatakan pers harus bisa ikut beradaptasi dan bisa lebih kreatif serta produktif. Pers juga harus menjaga kredibilitasnya sebagai penyebar informasi, meningkatkan kecermatan, hingga menjaga independensi dan objektivitas.

    "Kehadiran platform media baru juga harus mendukung transformasi kemajuan bangsa, bukan semata-mata dimotivasi untuk menumpuk jumlah viewer, menumpuk jumlah subscriber, menumpuk jumlah like ataupun sekadar clickbait. Tetapi seharusnya bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat bangsa dan kemanusiaan," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.

    Dapatkan 2 artikel premium gratis
    di Koran dan Majalah Tempo
    hanya dengan Register TempoID

    Daftar Sekarang (Gratis)