Sebelum Muncul Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Sudah Ada Sunda Empire

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Munculnya kerajaan Angling Dharma di Pandeglang telah menjadi perbincangan masyarakat. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja dan memiliki sebuah istana di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi. ANTARA

    Munculnya kerajaan Angling Dharma di Pandeglang telah menjadi perbincangan masyarakat. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja dan memiliki sebuah istana di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat dihebohkan dengan munculnya kerajaan baru bernama Kerajaan Angling Dharma yang dipimpin oleh seorang pria yang bernama Iskandar Jamaludin Firdaus, seorang pria paruh baya yang berasal dari Pandeglang, Banten.

    Menurut Iskandar Jamaludin Firdaus atau disebut Ki Jamil, pengawal raja Agling Dharma dari Desa Pandat, Mandalawangi, Pandeglang. Ia mengatakan, Kerajaan Angling Dharma telah berdiri sejak 2004 saat Iskandar Jamaludin Firdaus “turun gunung” dan diangkat sebagai raja.

    Ki Jamil enggan menceritakan siapa yang mengangkat Iskandar Jamaludin Firdaus sebagai raja, karena menurut dia itu urusannya dengan yang gaib. “Baginda diangkat menjadi raja pada tahun 2004, itu asal-usul urusannya juga dengan gaib,” kata Ki Jamil. Beberapa sumber menyebutkan pengangkatan tersebut didapatkan Iskandar Jamaludin Firdaus lewat mimpi.

    Sebelumnya, peristiwa munculnya raja atau ratu dari kerajaan antah berantah semacam ini juga telah terjadi di berbagai wilayah, salah satunya di Jawa Barat, yaitu Sunda Empire. Kerajaan fiktif dari Lampung bahkan berhasil menipu Presiden RI pertama, Sukarno. Inilah beberapa kerajaan-kerajaan fiktif yang pernah muncul sebelumnya:

    1. Sunda Empire
    Sunda Empire didirikan oleh seorang pria yang bernama Rangga Sasana. Kerajaan ini sempat menghebohkan sejumlah masyarakat karena perkataan pemimpinnya bahwa Sunda Empire hadir untuk melahirkan tatanan bumi yang menyelamatkan bumi dan umat keseluruhan.

    Namun pada tanggal 28 Januari 2020, Rangga Sasana beserta 3 orang lainnya ditangkap dengan dugaan kasus penyebaran berita bohong terkait Sunda Empire.

    2. Keraton Agung Sejagat
    Kerajaan yang didirikan oleh Raja Kraton Agung Sejagat Toto Santoso beserta Permaisuri Fanni Aminadia ini berlokasi di Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun kedua dari mereka ditangkap kepolisian pada Januari 2020 dikarenakan adanya bukti penipuan oleh pasangan yang mengaku sebagai raja dan ratu itu berupa penarikan iuran kepada warga yang bergabung Keraton Agung Sejagat. Masyarakat dijanjikan akan terhindar dari malapetaka apabila bergabung menjadi pengikut.

    3. King of the King
    King of the King merupakan sebuah kerajaan yang didirikan di wilayah Tangerang. Kerajaan ini terkenal saat nama King of the King terpampang di jalan utama Kota Tangerang. Ketua Umum King of the King mengatakan bahwa organisasinya menduduki dua lembaga keunangan tertinggi di dunia, yaitu Union Bank Switzerland dan IMD.  Kedua pendiri kerajaan tersebut pun ditangkap polisi atas dugaan penyebaran berita bohong.

    4. Raja Idris dan Ratu Markonah
    Kerajaan ini sempat heboh pada masanya. Pasalnya Presiden RI pertama, Soekarno pernah tertipu oleh raja dan ratu palsu ini. Soekarno pernah menyambut mereka yang mengaku sebagai pendiri kerajaan yang berada di wilayah Lampung. Namun mereka tertangkap basah oleh ajudan Soekarno karena Ratu Markonah yang tidak sengaja berbicara menggunakan bahasa Jawa.

    5. Kerajaan Mulawarman 
    Kerajaan fiktif seperti Kerajaan Angling Dharma ini pernah muncul di Kalimantan, tepatnya di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Seseorang yang bernama Lansyahrechza mengaku sebagai Raja Labok, Kerajaan Mulawarman. Kerajaan ini pun diperiksa oleh Polresta Kutai.

    VALMAI ALZENA KARLA

    Baca: Pria Asal Pandeglang ini Sebut Dirinya sebagai Raja Kerajaan Angling Dharma

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.