Jawa-Bali Bebas PPKM Level 4, Epidemiolog Ingatkan Tak Asal Buka Tempat Umum

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membawa anak kecil masuk kedalam Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa 21 September 2021. Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021 dan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mall bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung membawa anak kecil masuk kedalam Lippo Mall Puri, Jakarta, Selasa 21 September 2021. Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021 dan dilakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mall bagi anak-anak di bawah usia kurang dari 12 tahun dengan pengawasan dan pendampingan orangtua. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengingatkan pemerintah untuk tidak sembarangan memutuskan membuka fasilitas publik di suatu daerah. Meski saat ini di Jawa Bali sudah keluar dari Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4. 

    Dicky mengatakan status tersebut tak serta merta membuat aktivitas bisa begitu saja dilonggarkan. "Pembukaan yang sifatnya melibatkan aktivitas publik luas, mass gathering, harus betul-betul bertahap, bertahapnya dilapis," kata Dicky, Selasa, kemarin.

    Ia menjelaskan jika selama dua pekan ada perbaikan maka ditambah lagi dua minggu pemantauan. "Supaya lebih siap dan juga untuk meyakinkan datanya ini kuat," ujar Dicky.

    Secara khusus, Dicky menekankan hal ini perlu diterapkan pada sektor non esensial. Bahkan, ia mengatakan, pemerintah di daerah bisa saja tak perlu melonggarkan protokol kesehatan di wilayahnya jika dirasa masih perlu memantau situasi penanganan di tempatnya.

    "Kalau naik turun, mending nanti dulu. Jangan mudah longgar. Baik sedikit, longgarnya banyak. Karena memperbaikinya lebih sulit, lebih memerlukan waktu," kata Dicky.

    Ia mengingatkan masyarakat harus benar-benar paham bahwa pandemi belum berakhir. Dalam pola hidup baru bersama Covid-19, masyarakat seharusnya bisa beraktivitas hanya di hal-hal esensial saja.

    "Sebelumnya aktivitas kita sering nongkrong ya boleh saja, tapi ya dibatasi. Dan pilih waktunya yang sepi. Kalau akhir minggu ramai. Termasuk bawa anak ke mal. Pilih mana yang benar-benar perlu bawa anak, yang benar-benar anak itu berkepentingan," kata dia.

    Apalagi, Dicky mengatakan, kondisi penanganan pandemi di Indonesia masih sangat rawan dengan adanya ancaman gelombang ketiga Covid-19, hingga berbagai varian baru Covid-19 yang masih ada.

    "Potensi gelombang ketiga kompleks penyebabnya. Bisa jadi karena ada pelonggaran, bisa adanya mobilitas yang tidak terkendali, vaksinasi tak memadai, 3T tak kuat," kata Dicky ihwal status PPKM terbaru.

    Baca juga: PPKM Diperpanjang, Anak di Bawah 12 Tahun Belum Diizinkan Naik Angkutan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.