Menkes Klaim Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat Standar WHO

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin ovid-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 18 April 2021. Jutaan vaksin tersebut selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke kota dan kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa testing Covid-19 telah mencapai 1,1 juta orang per pekan. "Kita sudah hampir empat kali lipat dari standar WHO," kata Budi dalam konferensi pers, Senin, 20 September 2021.

    Budi menjelaskan, testing sesuai anjuran WHO adalah 1 per 1.000 per pekan. Sehingga, dalam sepekan, standar testing yang harus dilakukan dalam sehari adalah 270 ribu orang untuk positivity rate di bawah 5 persen.

    Kemampuan testing ini, kata Budi, meningkat meski positivity rate sudah turun di bawah 3 persen. "Jadi kami mengharapkan bahwa testing ini sama seperti tracing juga terus kita jaga levelnya, supaya kita lebih cepat mengidentifikasi kalau ada saudara kita yang terkena," kata dia.

    Meski kemampuan testing meningkat, Budi melihat masih banyak masyarakat yang takut dites. Dari hasil survei yang dilakukan kementeriannya, baru 50 persen orang dari hasil pelacakan yang dites. Salah satu penyebabnya, kata Budi, adalah banyak yang merasa khawatir atau takut kalau dites akan ketahuan sakit.

    "Saya bilang lebih baik ketahuan, enggak apa-apa juga. Penyakit ini kan 80 persen nggak perlu masuk rumah sakit. Yang masuk ke rumah sakit hampir 80-90 persennya sembuh," ujar Budi Gunadi.

    FRISKI RIANA

    Baca: Penyesuaian PPKM Jawa-Bali: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.