P2G Minta Nadiem Makarim Tunda Renovasi Ruang Kerja Menteri

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Rapat tersebut beragendakan penyerahan laporan panitia kerja peta jalan pendidikan Komisi X DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Rapat tersebut beragendakan penyerahan laporan panitia kerja peta jalan pendidikan Komisi X DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menunda rencana renovasi ruang kerjanya.

    “Mengingat kondisi pandemi sekarang sangat berdampak terhadap pendidikan nasional, agaknya ada yang lebih prioritas untuk dianggarkan,” kata Satriwan dalam keterangannya, Jumat, 10 September 2021.

    Satriwan meminta Nadiem berbesar hati dan empati terhadap para guru honorer dan siswa yang tak tersentuh infrastruktur digital selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebab, Nadiem menganggarkan Rp 6,5 miliar untuk merenovasi ruang kerja Mendikbudristek, sementara masih banyak sekolah yang kesulitan air bersih untuk toilet, serta tidak memadainya akses internet dan perangkat digital.

    Menurut Satriwan, ada beberapa kebijakan Nadiem yang perlu diprioritaskan ketimbang merenovasi ruang kerja. Misalnya, Program Organisasi Penggerak (POP) yang sudah dua tahun tidak prospek, mengatasi ketimpangan digital antardaerah yang mempengaruhi layanan pendidikan bagi siswa PJJ.

    Satriwan pun meminta Nadiem agar tidak sering membuat kebijakan yang menuai kontroversi dan polemik di masyarakat. “Tentu kebijakan pendidikan Kemdikbudristek yang esensial lebih kita butuhkan ketimbang yang sensasional dan artifisial,” ujarnya.

    Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek, Anang Ristanto, mengatakan renovasi dilakukan untuk keseluruhan lantai dua Gedung A Kemendikbudristek. 

    Renovasi, menurutnya merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Anang menuturkan, penggabungan tersebut menyebabkan adanya perubahan struktur organisasi dan penambahan pimpinan tinggi madya atau pejabat eselon I staf ahli menteri sebanyak lima orang. Renovasi dilakukan untuk menyiapkan ruangan bagi para pejabat baru Kemendikbudristek beserta tim kerjanya, sekretariat tata usaha pimpinan, ruang kerja staf khusus menteri, serta ruangan Menteri Nadiem Makarim.

    Baca juga: Kemendikbud Angkat Bicara soal Renovasi Ruang Kerja Nadiem Makarim Rp5 Miliar

    FRISKI RIANA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.