Moeldoko Enggan Disebut Antikritik Gara-gara Laporkan Peneliti ICW

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko saat menyampaikan arahan dalam diskusi daring membahas legalisasi aset pemukiman masyarakat di atas air, Rabu, 1 September 2021. Foto: Istimewa

    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko saat menyampaikan arahan dalam diskusi daring membahas legalisasi aset pemukiman masyarakat di atas air, Rabu, 1 September 2021. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menolak jika dikatakan antikritik usai melaporkan dua peneliti Indonesia Corruption Watch, yakni Egi Primayogha dan Miftah ke polisi. 

    "Enggak, Moeldoko enggak pernah antikritik. Kami membuka program di KSP mendengar itu, orang yang datang ke KSP, saya suruh marah-marah gebrak meja biasa aja saya, enggak ada antikritik," ujar Moeldoko di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 10 September 2021. 

    Moeldoko melaporkan Egi dan Miftah atas dugaan pencemaran nama baik. Ia mengaku telah memberikan kesempatan kepada dua peneliti ICW tersebut untuk menjelaskan seluruh tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia juga meminta kepada Egi dan Miftah untuk meminta maaf dan mencabut pernyataan. 

    "Tapi ini lain persoalan nya. Ini sudah berkaitan dengan persoalan pribadi yang harus diselesaikan. Saya punya istri, punya anak nanti jadi beban mereka. Saya tidak ingin Itu," kata Moeldoko. 

    Laporan Moeldoko itu pun diterima dengan nomor LP/B/0541/IX/2021/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 10 September 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.