Epidemiolog Prediksi PPKM di Jabodetabek Masih Akan Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap saat perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 15 Agustus 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penurunan status level PPKM di Jakarta tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan permintaan publik karena harus merujuk ke sejumlah kriteria yang memiliki tolak ukur. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Petugas kepolisian berjaga di pos pemeriksaan ganjil genap saat perpanjangan PPKM level 4 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 15 Agustus 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penurunan status level PPKM di Jakarta tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan permintaan publik karena harus merujuk ke sejumlah kriteria yang memiliki tolak ukur. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali periode 17-23 Agustus akan berakhir besok. Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Iwan Ariawan memprediksi PPKM masih akan diperpanjang dengan level 4, terutama untuk wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).

    "Keputusan penurunan level PPKM ditentukan menurut daerah aglomerasi. Untuk Jakarta sebagian besar sudah di level 3, tetapi Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor masih di level 4. Jadi, secara aglomerasi, Jabodetabek masih di level 4, kecuali ada perubahan di dua hari terakhir ini," ujar Iwan saat dihubungi Tempo pada Ahad, 22 Agustus 2021.

    Adapun asesemen situasi Covid-19 juga dapat diakses publik melalui situs resmi Kementerian Kesehatan. Data terakhir per 20 Agustus menunjukkan, beberapa daerah di Jabodetabek memang masih berada di level 4, seperti Kota Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kota Bogor. Sementara wilayah lainnya rata-rata sudah masuk ke level 3.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya sudah menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberlakukan kebijakan PPKM selama pandemi Covid-19 masih ada. Hanya saja, ujar Luhut, level PPKM setiap daerah yang akan berubah sesuai kondisi wilayah masing-masing.

    Jika situasi Covid-19 suatu daerah membaik, ujar Luhut, level PPKM akan diturunkan ke tingkat yang lebih rendah. "Level 1,2 misalnya akan mendekati situasi kehidupan normal," ujar Koordinator PPKM Jawa-Bali itu dalam konferensi pers daring, Senin, 16 Agustus 2021.

    Untuk itu, ujar Luhut, pemerintah akan melakukan
    evaluasi setiap pekan sehingga perubahan situasi dapat direspon dengan cepat. Evaluasi untuk PPKM di Jawa-Bali dilakukan setiap satu minggu sekali, sementara untuk di luar Jawa-Bali dilakukan setiap dua minggu sekali. Adapun PPKM Level 4 Jawa-Bali sudah diperpanjang lima kali sejak 20 Juli lalu.

    DEWI NURITA

    Baca: Izinkan Siswa Belum Divaksin Masuk Sekolah Tatap Muka, Nadiem Dihujani Kritik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.