Praktisi: Kombinasi Luring dan Daring Akan Jadi Sistem Pendidikan Masa Depan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Pembelajaran tatap muka tahap 2 ini diikuti 226 sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang guru memberikan arahan kepada murid saat mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap 2 di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Pembelajaran tatap muka tahap 2 ini diikuti 226 sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Praktisi pendidikan dari Sekolah Murid Merdeka (SMM) Laksmi Mayesti mengatakan sekolah masa depan menggabungkan pembelajaran secara luring dan daring atau dikenal dengan istilah blended learning. “Perkembangan teknologi yang pesat membuat anak semakin banyak berinteraksi dengan aktivitas daring yang cukup beragam,” ujar Laksmi, Minggu 22 Agustus 2021.

    Laksmi yang merupakan Kepala Sekolah SMM tersebut menambahkan siswa selain mendapatkan pengalaman belajar secara daring juga perlu mendapatkan pengalaman pembelajaran tatap muka.

    Pertemuan tatap muka secara langsung dengan guru dan siswa lainnya akan tetap menjadi kebutuhan pokok anak, yang bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan sosialnya dan kognitifnya.

    Oleh karena itu, pihaknya meluncurkan beberapa pusat aktivitas (hub) di kota-kota besar sebagai bagian dari rencana SMM untuk membuka puluhan sentra di kota lainnya, sehingga para siswa bisa benar-benar merasakan pengalaman sistem belajar campuran itu.

    “Sekolah perlu memberikan ruang untuk belajar secara langsung bersama fasilitator pendamping dan teman sekolah," tambah dia.

    Kelas luring tersebut, perlu dilengkapi bahan ajar dan alat peraga atau praktikum yang lengkap, sehingga para siswa mendapatkan pengalaman belajar tatap muka yang lebih optimal. Pihaknya bertekad untuk memajukan pendidikan Indonesia melalui sistem belajar campuran.

    “Anak mempunyai kesempatan untuk mengeksplorasi belajar daring secara luas sesuai minatnya, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kebutuhan dan keterampilan sosial lewat pertemuan luring dengan guru dan teman,tambah dia.

    Saat ini, SMM Hub telah hadir di di sejumlah kota yakni Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok, Bekasi, Bogor, Semarang, Bandung, Kudus, dan Surabaya.

    Pelaksanaan belajar mengajar dilakukan dengan standar protokol kesehatan. Laksmi menargetkan SMM Hub dapat dibuka di 80 kota di Indonesia pada akhir 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai standar.

    Baca: Izinkan Siswa Belum Divaksin Masuk Sekolah Tatap Muka, Nadiem Dihujani Kritik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...