Menko Luhut Akui Penanganan Pasien Covid-19 Isoman Belum Optimal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 2016, Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menjadi pengganti sementara Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat. Arcandra diberhentikan karena memiliki dua kewarganegaraan. REUTERS/Darren Whiteside

    Pada 2016, Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah menjadi pengganti sementara Menteri ESDM, Arcandra Tahar yang diberhentikan dengan hormat. Arcandra diberhentikan karena memiliki dua kewarganegaraan. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Covid-19 terus dilakukan salah satunya dengan menggencarkan 3T ( testing, tracing, treatment). Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengungkap memang masih ada kelemahan dalam perawatan karena masih banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

    Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah memaksimalkan fasilitas isolasi mandiri terpusat (Isoter). Sebab pasien Covid-19 seharusnya menjalani perawatan dengan isolasi mandiri terpusat.  

    “Kelemahan kita itu karena isoman di rumah terlalu banyak. Kalau kena (Covid-19) paling bagus itu masuk Isoter. Karena di Isoter itu semua ada. Dokternya ada, makannya bagus, obatnya cukup, pemeriksaan lainnya bagus,” ujar Luhut lewat keterangannya yang dikutip pada Ahad, 15 Agustus 2021.

    Luhut mencontohkan persentase pasien isolasi mandiri di Kabupaten Bogor ialah sebesar 51 persen. Untuk itu, Pemda Kabupaten Bogor diminta untuk lebih kooperatif dan meningkatkan kinerja, khususnya memaksimalkan fasilitas Isoter yang sudah disiapkan pemerintah agar pasien bisa lebih terpantau dan tertangani dengan baik.

    Luhut menyebut bahwa persentase kesembuhan pasien Isoter bisa mencapai 99,9 persen. Bahkan, di Buleleng tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100 persen.

    Selain itu, Luhut juga kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi guna mencegah Covid-19, khususnya di tengah kemunculan varian baru yaitu varian Delta.

    Ia meminta daerah meningkatkan vaksinasi Covid-19 hingga 100.000 suntikan per hari. "Diharapkan mulai minggu depan sudah mulai bisa (100.000 per hari)," tutur Luhut.

    Baca juga: Indonesia Masuk 10 Besar Negara dengan Vaksinasi Covid-19 Terbanyak di Dunia

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.