PPKM Level 4 Berlanjut, Epidemiolog Nilai Tren Pembatasan Akan Terus Berjalan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Level 4 Tahap 2depan Panasonic, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2021. Warga bebas melintas pos penyekatan tanpa ada penjagaan petugas. Hanya barier yang berada disekitar lokasi penyekatan. TEMPO/Subekti.

    Warga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Level 4 Tahap 2depan Panasonic, Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2021. Warga bebas melintas pos penyekatan tanpa ada penjagaan petugas. Hanya barier yang berada disekitar lokasi penyekatan. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman menilai pemerintah sudah semestinya memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 jika melihat sejumlah indikator epidemiologi kondisi Covid-19 saat ini. Ia bahkan menengarai ada potensi pembatasan mobilitas masyarakat akan terus dilakukan.

    "Indonesia berpotensi terjebak dalam siklus pembatasan yang tidak berhenti. Dan apalagi kita punya banyak kepulauan, ya akan berulang seperti ini," ujar Dicky saat dihubungi Tempo, Selasa, 3 Agustus 2021.

    Untuk itu, Dicky berulang kali mengingatkan bahwa pembatasan masyarakat harus diiringi dengan peningkatan testing, tracing, dan treatment. "3T itu yang bahkan sampai saat ini masih jadi PR (pekerjaan rumah) besar kita selama lebih dari 1,5 tahun pandemi ini. Tes kita yang harusnya 1 juta pun bahkan menurun," ujarnya.

    Selain penguatan 3T, Dicky mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan vaksinasi Covid-19 dan mengencangkan kampanye 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas).

    "Tiga langkah ini juga harus diperkuat dengan adanya visitasi dan juga strategi komunikasi risiko yang kuat," tuturnya.

    Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Instruksi Mendagri) Nomor 27 Tahun 2021, penerapan PPKM Level 4 Jawa-Bali 3-9 Agustus memasang target penguatan 3T. Target itu meliputi testing hingga target positivity rate kurang dari 10 persen, tracing perlu dilakukan sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi. Lalu treatment perlu dilakukan dengan  komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit.

    Pemerintah juga berjanji akan melakukan peningkatan cakupan vaksinasi secara cepat, terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi.

    "Saat ini kami sedang meningkatkan jumlah vaksinasi harian mencapai 1.250.000 suntikan di bulan Agustus ini. Pemerintah sudah menyiapkan 258 juta vaksin siap suntik pada periode Agustus hingga Desember ini,” ujar Koordinator PPKM Level 4 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, kemarin.

    Baca juga: Anggota DPR Bilang Perpanjangan PPKM Level 4 Harus Diiringi Pemberian Bansos

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.