Ensikei Tenun Bertahan Berkat Bantuan PLN

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL - Akses pasar, menjadi faktor penting bagi pelaku usaha mikro kecil untuk dapat mengembangkan bisnis. Melihat kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) tidak tinggal diam dan berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi yang nyata bagi Indonesia. 

    Selain memastikan pasokan listrik yang berkualitas, melalui program PLN Peduli, perseroan mendorong pengembangan bisnis usaha mikro kecil (UMK) agar dapat lebih unjuk gigi. 

    Salah satu mitra binaan PLN Unit Wilayah NTT, Ensikei Tenun, memamerkan koleksi kerajinan berbasis kain tenun di Seoul, Korea Selatan, pada 20-22 September 2019. 

    Kesempatan Ensikei Tenun mendapat etalase di Seoul, merupakan pengalaman yang tidak terlupakan oleh Karolina Yunita Liwulangi. Perempuan lulusan Master of Teaching English to Speakers of Other Languages di La Trobe University Melbourne ini, merintis usaha kerajinan tenun sejak 2018. "Sekarang pasar Ensikei lumayan luas, di Kupang, Surabaya, ataupun Jakarta. Setelah diajak PLN ke pameran di Korsel, kami semakin dikenal luas," ujarnya. 

    Nita menjelaskan, pendampingan PLN tidak hanya dalam membuka akses pasar, tetapi juga pembiayaan. Sebagai usaha rintisan, pihaknya memerlukan modal untuk membangun gerai di Kupang. “Menjadi mitra binaan PLN seperti anugerah Tuhan. Karena kami diberikan bantuan pemodalan untuk mendukung pengembangan gerai Ensikei," ungkapnya. 

    Sayang, sejak pandemi Covid-19 menghantam Tanah Air, Nita mengalami goncangan dalam bisnisnya. Akan tetapi, berkat penyuluhan dari PLN, pihaknya dapat belajar mengembangkan platform pemasaran produk.  Asa kembali terlihat, setelah 2020 bisnis kerajinannya tertekan, tahun ini sudah ada perbaikan penjualan. "Puji Tuhan, sekarang kain tenun dan kerajinan anting, gelang, dan lainnya sudah mulai kosong di etalase kami," katanya. 

    Ke depan, Nita berharap terus dapat pendampingan PLN agar Ensikei Tenun dapat lebih mengepakkan sayap bisnisnya. Atas dukungan PLN, Nita pun kini aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi bagi pelaku UMK dan penenun di NTT agar mampu lebih bersaing. 

    "Di era digital, ternyata kualitas produk tidak cukup. Pendampingan dari PLN, seperti yang saya rasakan, dan pemasaran lewat media sosial ternyata ikut mendorong harga jual kerajinan. Karena saya sudah dibantu, maka saya juga membagikan pengalaman kepada rekan-rekan UMK di sini," katanya. 

    Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, menjelaskan dukungan kepada Ensikei Tenun merupakan bentuk komitmen PLN mengembangkan UMK di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan ke- 8 SDG’s (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). “Ini merupakan peran aktif kami menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program PLN Peduli. Kami sangat senang melihat Ensikei Tenun terus berkembang,” ujarnya. 

    Selain memberikan pendampingan dan pembinaan, perseroan juga menyalurkan pendanaan Rp 107 miliar kepada  17.126 mitra hingga Juni 2021. PLN berharap bantuan ini bisa membantu mengembangkan bisnis para mitra binaan dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.