Jokowi Minta Kampus Tak Didik Mahasiswa dengan Kurikukum Dosen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan sebelum meletakkan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan (UML) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden meresmikan Masjid Kampus Ki Bagus Hadikusumo, menyerahkan skep perubahan status enam perguruan tinggi Muhammadiyah serta peletakan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan sebelum meletakkan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan (UML) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden meresmikan Masjid Kampus Ki Bagus Hadikusumo, menyerahkan skep perubahan status enam perguruan tinggi Muhammadiyah serta peletakan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman di tengah situasi disrupsi yang disebabkan oleh revolusi industri jilid keempat. Jokowi mendorong perguruan tinggi agar berkolaborasi dengan para praktisi dan pelaku industri. Begitu pun sebaliknya.

    "Oleh karena itu, ajak industri ikut mendidik para mahasiswa sesuai dengan kurikulum industri, bukan kurikulum dosen, agar para mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda dari pengalaman di dunia akademis semata," ujar Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2021 secara virtual pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Di samping itu, Jokowi juga mendorong kampus untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa mengembangkan talentanya masing-masing. Menurutnya, mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti harus belajar tentang hal yang sepenuhnya sama. Mahasiswa di jurusan yang sama tidak berarti nantinya harus berprofesi yang sama.

    "Setiap mahasiswa mempunyai talentanya masing-masing, dan talenta ini yang harus digali, difasilitasi, dan dikembangkan. Itulah esensi dari program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar," tuturnya.

    Apa pun jenis profesi masa depan, lanjut Jokowi, semuanya membutuhkan hybrid knowledge dan hybrid skills. "Jangan memagari disiplin ilmu terlalu kaku. Korbannya bukan hanya para alumni yang gagap menyongsong masa depan, melainkan juga perguruan tinggi tidak mampu membangun relevansi dalam dunia yang sedang terdisrupsi," ujar dia.

    Jokowi memastikan bahwa pemerintah bekerja keras untuk mengembangkan ekosistem kebijakan yang kondusif bagi pengembangan cara-cara baru yang lebih produktif dan efisien. Ia berharap perguruan tinggi bisa membangun cara kerja baru dengan lebih progresif.

    Perguruan tinggi yang usianya sudah tua diminta segera melakukan peremajaan diri, peremajaan kurikulum dan sistem pembelajaran, peremajaan manajemen dan perilaku, agar tetap tangguh dan kompetitif di dunia yang baru.

    "Bagi perguruan tinggi baru berkesempatan untuk melompat ke cara kerja baru, ke kurikulum baru, ke manajemen model baru. Disrupsi sekarang ini memberikan kesempatan kepada pendatang baru, kepada yang remaja untuk mendahului yang lama, yang terbebani dengan cara-cara lama," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.