Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Blok Politik Pelajar Sebut Penangkapan 2 Anggotanya di Cirebon tanpa Surat Resmi

image-gnews
Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dua anggota Blok Politik Pelajar di Cirebon, Eki dan Geraldin, ditangkap polisi pada Senin malam, 26 Juli 2021. Salah satu anggota Blok Politik Pelajar, Delpedro Marhaen mengatakan, kedua orang tersebut didatangi oleh sepuluh hingga belasan anggota Kepolisian di rumah mereka.

"Rumahnya didatangi oleh belasan anggota Kepolisian, lalu ngobrol dengan yang bersangkutan dan anggota keluarga, lalu dibawa ke Polres Cirebon," kata Delpedro kepada Tempo, Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam keterangan tertulis di situs mading.blokpolitikpelajar.org, BPP menyampaikan bahwa belasan polisi mendatangi rumah Geraldin pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB. Lalu pada pukul 16.00 WIB, Geraldin dikabarkan dibawa ke kantor Kepolisian Resor Cirebon.

Lalu pada Senin malam sekitar pukul 22.10 WIB, sepuluh polisi mendatangi rumah Eki. Setelah berbicara dengan orang tua Eki, polisi membawanya ke Polres Cirebon sekitar pukul 22.15 WIB.

Rombongan itu menumpangi dua mobil Toyota Avanza warna hitam. Orang tua dan saudara Eki berusaha mengikuti mobil polisi, tetapi kesulitan lantaran kecepatan yang tinggi.

Lalu sekitar pukul 23.20 WIB, keluarga Eki tiba di Polres Cirebon. Namun polisi disebut menyatakan bahwa Eki tidak bisa ditemui lantaran masih dalam proses pemeriksaan.

Delpedro mengatakan, menurut informasi yang dia dapat, penangkapan itu dilakukan tanpa surat. Hingga saat ini juga belum jelas tuduhan yang dialamatkan kepada kedua anggota BPP itu.

"Sempat ada info tuduhannya berita hoaks, tapi belum jelas berita hoaks gimana," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Delpedro, penangkapan ini merupakan rangkaian dari tuduhan yang dialamatkan kepada BPP dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, dia dan anggota BPP Miftahul Choir dituduh sebagai provokator aksi "Jokowi End Game" pada Sabtu, 24 Juli lalu.

Aksi "Jokowi End Game" itu tak terjadi. Namun, Delpedro dan Miftahul telah mengalami doxing di media sosial. Mereka juga menerima banyak telepon dan pesan ancaman dari nomor tak dikenal.

"Menurut kami ini bagian dari mencari kambing hitam atas aksi "Jokowi End Game" yang mana tidak terbukti dan juga tidak ada kaitannya dengan kami. Blok Politik Pelajar tidak tahu menahu soal aksi tersebut," kata Delpedro.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cirebon Diding Rahmat belum mendapat informasi lengkap perihal ini. Diding mengatakan LBH Cirebon baru akan bertemu dengan pihak keluarga Eki dan Geraldin pada sore nanti.

Adapun Kepala Kepolisian Resor Kota Cirebon Ajun Komisaris Besar Polisi Imron Hermawan belum merespons konfirmasi Tempo tentang penangkapan dua anggota BPP tersebut.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANDITA RAHMA

Baca: Penangkapan Blok Politik Pelajar, YLBHI: Jika Tak Jelas Tuduhannya Seperti Teror

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

10 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

Beberapa hari belakangan, Bangladesh menjadi sorotan dunia karena aksi demonstrasi besar-besaran


Peradi Minta Iptu Rudiana Segera Muncul ke Publik Ungkap Kebenaran Kasus Pembunuhan Vina

3 hari lalu

Iptu Rudiana orang tua Eki dalam kasus pembunuhan 'Vina Cirebon. FOTO/Instagram
Peradi Minta Iptu Rudiana Segera Muncul ke Publik Ungkap Kebenaran Kasus Pembunuhan Vina

Tim Peradi melaporkan Iptu Rudiana ke Bareskrim atas dugaan kesaksian palsu dalam kasus pembunuhan Vina.


7 Terpidana Kasus Vina Surati Dirjen PAS, Minta DIkembalikan ke Lapas Cirebon

4 hari lalu

Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaporkan Rudiana, ayah dari Muhamad Rizky Rudiana (Eky), soal dugaan kesaksiaan palsu dan penganiayaan 7 terpidana kasus Vina Cirebon ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 17 Juli 2024.TEMPO/Advist Khoirunikmah.
7 Terpidana Kasus Vina Surati Dirjen PAS, Minta DIkembalikan ke Lapas Cirebon

Para terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky itu mulai dipindahkan ke Bandung sejak Pegi Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.


Penjelasan Rektor UPNVJ Soal Surat Edaran yang Larang Mahasiswa Baru Demonstrasi

10 hari lalu

Rektor di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) periode tahun 2022-2026 Dr. Anter Venus, MA, Comm. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Penjelasan Rektor UPNVJ Soal Surat Edaran yang Larang Mahasiswa Baru Demonstrasi

Beredar surat pernyataan dari UPNVJ yang harus ditandatangani oleh mahasiswa baru agar tidak melakukan demontrasi yang menghakimi, merendahkan, dan menghina.


Setelah Pegi Bebas, Melihat Lebih Dekat Lagi 3 TKP Lokasi Peristiwa Kematian Vina dan Eky di Cirebon

10 hari lalu

Flyover Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, lokasi dimana Eky dan Vina ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016. TEMPO/ Advist Khoirunikmah.
Setelah Pegi Bebas, Melihat Lebih Dekat Lagi 3 TKP Lokasi Peristiwa Kematian Vina dan Eky di Cirebon

Vina dan Eky pertama kali ditemukan tewas di Flyover Talun Cirebon. Pegi Setiawan yang semula disangka sebagai pelaku pembunuhan menang praperadilan.


Pegi Setiawan Bebas, Ini Isi BAP Inspektur Dua Rudiana Soal Para Terduga Pelaku Pembunuhan Vina

10 hari lalu

Iptu Rudiana orang tua Eki dalam kasus pembunuhan 'Vina Cirebon. FOTO/Instagram
Pegi Setiawan Bebas, Ini Isi BAP Inspektur Dua Rudiana Soal Para Terduga Pelaku Pembunuhan Vina

Rudiana melapor ke Polres Cirebon Kota bahwa kematian Vina dan anaknya Eky bukan karena kecelakaan tunggal. Ia menyebut nama para terduga pembunuh.


Saksi Bisu Kematian Afif Maulana, Vina dan Eky: Jembatan Kuranji Kota Padang dan Jembatan Talun Cirebon

10 hari lalu

Jembatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat tempat ditemukan bocah inisial AM (13 tahun) tewas pada Ahad, 9 Juni 2024. TEMPO/Tiara Juwita
Saksi Bisu Kematian Afif Maulana, Vina dan Eky: Jembatan Kuranji Kota Padang dan Jembatan Talun Cirebon

Dua jembatan menjadi saksi bisu misteri kematian Afif Maulana, Vina, dan Eky yaitu Jembatan Talun Cirebon dan Jembatan Kuranji di Kota Padang.


Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede Jadi Dasar 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Ajukan PK

10 hari lalu

Tim kuasa hukum 7 terpidana pembunuhan Vina dan Eky dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) dan Dedi Mulyadi melaporkan saksi Aep dan Dede ke Bareskrim Mabes Polri soal dugaan kesaksian palsu pada Rabu, 10 Juli 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Dugaan Kesaksian Palsu Aep dan Dede Jadi Dasar 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon Ajukan PK

Kuasa hukum 7 terpidana kasus Vina Cirebon melaporkan dugaan kesaksian palsu Aep dan Dede ke Bareskrim. Jadi dasar ajukan PK ke Mahkamah Agung.


Pengadilan Rusia Perintahkan Penangkapan Janda Alexei Navalny

11 hari lalu

Yulia Navalnaya, istri mendiang pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, menghadiri Konferensi Keamanan Munich (MSC), pada hari diumumkan bahwa Alexei Navalny meninggal oleh layanan penjara di wilayah Yamalo-Nenets tempat dia menjalani hukumannya, di Munich, Jerman 16 Februari 2024. REUTERS/Kai Pfaffenbach
Pengadilan Rusia Perintahkan Penangkapan Janda Alexei Navalny

Pengadilan di Moskow pada Selasa memerintahkan Yulia Navalnaya, janda mendiang politisi oposisi Rusia Alexei Navalny, ditangkap secara in absenstia


Status Tersangka Pegi Setiawan Dicabut, Komisi III DPR Minta Polri Investigasi

11 hari lalu

Wakil Ketua Bappilu DPP PPP Achmad Baidowi saat memberikan keterangan di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu, 30 Desember 2023. ANTARA/Rio Feisal
Status Tersangka Pegi Setiawan Dicabut, Komisi III DPR Minta Polri Investigasi

Anggota Komisi III DPR Achmad Baidowi meminta Kapolda Jabar untuk menjaga profesionalitas Polri dalam menangani kasus Pegi Setiawan.