PPKM Darurat, Pemerintah Minta Masjid Tak Gelar Salat Idul Adha Berjamaah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang tanda batas shaf persiapan salat Idul Adha di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas memasang tanda batas shaf persiapan salat Idul Adha di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tidak menggelar salat Idul Adha berjamaah di masjid atau lapangan di daerah PPKM Darurat.

    Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kebijakan ini diambil demi keselamatan masyarakat yaitu untuk menekan laju penyebaran Covid-19. "Optimalkan ibadah di rumah," kata Wiku dalam konferensi pers pada Sabtu, 17 Juli 2021.

    Wiku mengatakan, tak hanya daerah PPKM Darurat saja yang tak boleh menggelar salat berjamaah, wilayah yang menerapkan PPKM Mikro Diperketat dan daerah di zona merah serta oranye juga sama. 

    Kebijakan ini hanya sedikit longgar untuk daerah di luar zona merah dan oranye serta sedang tidak menerapkan PPKM Darurat atau Mikro Diperketat. Itupun, kata Wiku, kapasitasnya hanya boleh 30 persen saja.

    Selain meminta agar tak ada Salat Idul Adha, Satgas juga menghimbau masyarakat untuk tidak menggelar silaturahmi secara fisik. "Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual," kata Wiku.

    Baca juga: Menjelang Idul Adha, Polisi akan Gelar Razia Travel Gelap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.