Tinjau Vaksinasi 49 Ribu Pelajar SMP dan SMA, Jokowi Jelaskan Pentingnya PPKM

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tahun 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. Indonesia memberangkatkan sebanyak 28 atlet dan 17 ofisial dari 8 cabang olahraga. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tahun 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 8 Juli 2021. Indonesia memberangkatkan sebanyak 28 atlet dan 17 ofisial dari 8 cabang olahraga. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau secara daring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar SMP dan SMA, Rabu, 14 Juli 2021, dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Secara keseluruhan, akan ada 49 ribu pelajar yang akan divaksinasi.

    "15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA dan nanti door to door 19 ribu," kata Jokowi dalam sambutannya, Rabu 14 Juli 2021.

    Jokowi mengingatkan bahwa seluruh elemen di sekolah, mulai dari guru hingga petugas sekolah juga harus mendapat vaksin. Hal ini untuk mengantisipasi jika sekolah kembali diselenggarakan secara tatap muka.

    "Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini dipercepat agar tercapai kekebalan komunal dan terhindar dari Covid-19," kata Jokowi.

    Jokowi kemudian menghubungi sejumlah perwakilan pelajar dan guru lewat sambungan video conference. Ia menanyakan apakah suntikan vaksin menyakitkan bagi mereka. Seluruhnya menyebut suntikan tidak sakit.

    Ia pun menjawab pertanyaan salah satu siswi SMAN 39 Jakarta yang menanyakan pengaruh penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan kenaikan kasus Covid-19 saat ini.

    Jokowi menjelaskan PPKM diterapkan untuk mengurangi interaksi pertemuan di antara masyarakat. PPKM, kata Jokowi, akan mengurangi mobilitas, pertemuan, dan interaksi orang dengan orang.

    "Dalam teorinya, kalau mobilitasnya turun, interaksi antar orangnya turun, penyebarannya dipastikan akan turun," kata Jokowi. "Caranya macam-macam. Intinya lockdown, PPKM itu adalah mengurangi mobilitas, mengurangi interaksi antar orang dengan orang," kata Jokowi.

    Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 Harian Indonesia Kembali Jadi yang Tertinggi di Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.