Jokowi Lantik Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura Hari Ini

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    Presiden Jokowi membimbing pengucapan sumpah jabatan dalam pelantikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Antar Waktu periode 2017-2022 dan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Istana Negara Jakarta, Rabu, 15 april 2020. Pool-Kompas/Wawan H Prabowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih, Rusdi Mastura dan Ma'mun Amir, Rabu, 16 Juni 2021.Berdasarkan agenda istana, pelantikan digelar pukul 15.00 WIB di Istana Negara, Jakarta. 

    Rusdi-Ma'mun ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah terpilih sejak 22 Januari 2021 hasil Pilkada 2020. Mereka menang setelah meraup 891.334 suara, mengalahkan rival pasangan Moh Hidayat Lamakarate-Bartholemeus Tandigala dengan 604.033 suara.

    Rusdi pernah menjabat sebagai Wali Kota Palu selama dua periode, yakni pada tahun 2005-2010 dan 2010-2015 serta Ketua DPRD Kota Palu selama dua periode yakni 1999—2004 dan 2004—2005.

    Sementara Ma'mun Amir adalah tokoh asal Banggai. Ia menjabat Wakil Bupati Banggai pada 2001-2005. Kemudian, Ma'mun menduduki jabatan Bupati Banggai pada 2006-2011. Ia sempat melenggang ke parlemen pada 2014, sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019.

    Lebih lanjut, pelantikan gubernur oleh Presiden Jokowi akan digelar sesuai protokol kesehatan. Tamu yang diundang hanya terbatas.

    Baca juga: Berikut Permintaan Jokowi Buat Anies Baswedan Soal Situasi Covid-19 DKI

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?