Cegah Korupsi Alutsista, Prabowo Ingin Gandeng Kejaksaan Agung hingga BPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis, 9 Juli 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis, 9 Juli 2020. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berencana menggandeng Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dalam pengadaan alutsista. Ketiga lembaga digandeng untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengadaan persenjataan.

    “Saya rencananya dan sudah coba sekarang ini akan mengundang Kejaksaan, BPKP dan BPK sebelum kontrak itu efektif,” kata Prabowo dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier dilihat Ahad, 13 Juni 2021.

    Prabowo mengatakan ketiga lembaga itu akan berperan memeriksa kontrak pengadaan senjata. Kontrak, kata dia, biasanya terbagi beberapa tahap, yaitu kontrak awal, kondisi yang harus dipenuhi, dan kontrak akhir. Ketiga lembaga akan mengawal tahapan tersebut. “Untuk menjaga bahwa kita pun tidak akan tergoda untuk terlibat dalam hal itu,” katanya.

    Selain menggandeng lembaga pengawas, Prabowo mengaku juga rajin mendatangi langsung produsen-produsen senjata. Dengan begitu, dia tahu harga sebenarnya dari senjata tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Prabowo mengakui selalu ada potensi korupsi dalam setiap pengadaan yang menggunakan anggaran pemerintah. Dia menduga banyak yang tidak suka kepadanya karena menolak meneken kontrak dengan harga yang tidak masuk akal.

    “Saya lapor ke presiden, Pak saya tidak mau, itu kan tanggung jawab saya kepada Bapak, kepada rakyat, pada sejarah. Takut saya. Saya takut dikutuk oleh generasi yang akan datang,” kata Prabowo.

    Menurutnya, produsen tentu memiliki agen yang mencari keuntungan. Tapi, dia akan menolak bila agen mamatok harga terlalu tinggi. “Kalau udah gila-gilaan gue nggak mau deh,” ujar Prabowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?