Periksa Maskur Husain, KPK Dalami Soal Kesepakatan dengan Penyidik Robbin

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 26 April 2021. Stepanus diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjung Balai Tahun 2020-2021. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Tersangka Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (kiri) berjalan usai menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 26 April 2021. Stepanus diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjung Balai Tahun 2020-2021. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tersangka Maskur Husain pada hari ini, 4 Mei 2021. Ia terseret dalam kasus perintangan penyelidikan kasus bersama penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial.

    "Pemeriksaan terhadap tersangka MH dalam kapasitas sebagai saksi untuk RSP dkk," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Selasa, 4 Mei 2021.

    Terhadap Maskur, penyidik mendalami dugaan adanya kesepakatan Maskur dengan penyidik Stepanus dalam mengurus perkara penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

    "Yang sedang diselidik oleh KPK agar tak naik ke penyidikan," ucap Ali.

    Stepanus Robin diduga meminta Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk menyiapkan Rp 1,5 miliar. Sebagai gantinya, Stepanus diduga sepakat membantu Syahrial agar kasus penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak naik ke tahap penyidikan. Dari angka yang diminta tersebut, Syahrial disebut baru memberi Rp 1,3 miliar kepada Stepanus.

    Adapun dugaan keterlibatan Maskur, ia membantu Stepanus Robin Pattuju untuk bisa membantu permasalahan yang menjerat Syahrial.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Lili Pintauli Bantah Pernah Komunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai Soal Kasus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H