Menkes Lapor Jokowi soal Temuan Mutasi Covid-19 dari India dan Afrika Selatan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau program vaksinasi drive thru di halaman GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 19 Maret 2021. Presiden berharap daerah lain mampu meniru model vaksinasi drive thru di Kota Bogor. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin siang ini melapor kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi bahwa sudah ada mutasi baru Covid-19 dari India yang masuk ke Indonesia. Dua kasus terdeteksi di Jakarta.

    "Tadi juga sudah dilaporkan ke Bapak Presiden karena sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India. Ada dua insiden yang sudah kami lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden dari Afrika Selatan itu ada di Bali," ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers daring, Senin, 3 Mei 2021.

    Selain itu, ujar dia, mutasi varian baru B117 asal Inggris juga bertambah dari semula 10 kasus menjadi 13 kasus. "Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, sudah ada dua mutasi dari India masuk dan satu mutasi dari Afrika Selatan," ujar Budi.

    Budi tidak merinci jenis mutasi baru Covid-19 yang masuk tersebut berikut asal penularannya. Namun dia menyebut, mutasi ini masuk sebagai kategori varian of concern atau mutasi yang sangat diperhatikan oleh WHO karena penularannya relatif lebih tinggi.

    "Jadi ini yang harus kita jaga, mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi dibandingkan yang lain," ujar dia.

    Pemerintah, ujar Budi, akan segera melakukan tracing, testing dan treatment. Sementara masyarakat diimbau terus menjalankan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.