Pencarian KRI Nanggala-402: 21 KRI Dikerahkan hingga Bantuan Australia dan India

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Waka RSPAD Mayjen Lukman Ma'ruf, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad, dan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Tugas Ratmono, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021. Tempo/Egi Adyatama

    (Ki-ka) Waka RSPAD Mayjen Lukman Ma'ruf, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad, dan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal Tugas Ratmono, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad mengatakan saat ini telah mengerahkan 21 KRI termasuk KRI Alugoro dalam pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Bali.

    "Adapun perkembangan terbaru bahwa KRI yang dikerahkan pada proses pencarian disebutkan ada 21 KRI. Jumlah ini sudah termasuk KRI Alugoro. jadi total jumlahnya 21 KRI. Kalau pun nanti, bisa ada penambahan," kata Mayor Jenderal TNI Achmad Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Bali, Jumat 23 April 2021.

    Ia mengatakan bahwa saat ini juga mendapat perbantuan dari kepolisian sebanyak empat kapal. Adapun kapal tersebut adalah Gelatik, Enggang, Barata dan Balam. "Kapal-kapal kepolisian ini juga dilengkapi dengan unit 'drone' yang juga termasuk memiliki kemampuan sonar dua dimensi," ujarnya.

    Selanjutnya, ada juga perbantuan terkait kapal-kapal dari negara sahabat salah satunya kapal MV Swift Rescue dari Singapura, yang diperkirakan tiba pada sore atau malam ini.

    "Kemudian ada Mega Bakti dari Malaysia masih dalam perjalanan, HMAS Ballarat dari Australia, kemudian HMAS Sirius Australia, satu kapal dari India, dan kita harapkan Poseidon bisa merapat," tutu-nya.

    Dikatakannya bahwa dalam proses pencarian saat ini diharapkan salah satu KRI yang memiliki peralatan yang mampu memonitor bawah laut yaitu KRI Rigel. "Diharapkan dengan ini, pada sore atau siang kita bisa merapat sehingga bisa merencanakan lebih detail sementara ini untuk menindaklanjuti atau mencari hasil dari KRI Rimau," ucap dia.

    Baca: TNI Sebut Ada Penemuan Titik Magnet Kuat di Lokasi Pencarian KRI Nanggala-402


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.