Ketua KPK: Penyidik Stepanus Robin Punya Kemampuan di Atas Rata-rata

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju (tengah) dan Penasehat Hukum, Maskur Husain, resmi memakai rompi tahanan seusai pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. Stepanus, seorang penyidik kepolisian di KPK diduga minta uang dengan nominal hampir Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju (tengah) dan Penasehat Hukum, Maskur Husain, resmi memakai rompi tahanan seusai pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 22 April 2021. Stepanus, seorang penyidik kepolisian di KPK diduga minta uang dengan nominal hampir Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial dengan iming-iming akan menghentikan kasusnya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut penyidik yang menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai, Stepanus Robin Pattuju memiliki kemampuan di atas rata-rata. Hasil ini terungkap dalam tes rekrutmen beberapa tahun lalu. Stepanus Robin bergabung ke KPK sejak 1 April 2019.

    "Hasil tesnya menunjukkan sebagai berikut. Potensi di atas rata-rata di atas 100 persen, yaitu di angka 111,41 persen. Hasil tes kompetensi di atas 91,89 persen. Artinya, secara persyaratan mekanisme rekrutmen tidak masalah," kata Firli Bahuri dalam jumpa pers, Kamis 22 April 2021.

    Stepanus kini menjadi tersangka bersama Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dan Maskur Husain selaku pengacara.

    Meski yang bersangkutan memiliki kemampuan memadai, Firli menyatakan bahwa seseorang dapat berbuat korupsi karena berkurangnya integritas. "Tetapi kenapa terjadi. Saya pernah sampaikan bahwa korupsi terjadi karena berkurangnya integritas. Corruption equal to power plus authority minus integrity. Itulah yang harus kita jaga bagaimana kita bisa memperkuat integritas," ucapnya.

    Stepanus Robin diduga meminta Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk menyiapkan Rp 1,5 miliar. Sebagai gantinya, Stepanus diduga sepakat membantu Syahrial agar kasus penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak naik ke tahap penyidikan. Dari angka yang diminta tersebut, Syahrial disebut baru memberi Rp 1,3 miliar kepada Stepanus. "Total uang yang telah diterima SRP sebesar Rp 1,3 Miliar," ujar Firli.

    Baca: Penyidik KPK yang Terima Suap Bakal Dilaporkan ke Dewan Pengawas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H