Wisata Lokal Dibolehkan di Masa Lebaran dengan Syarat Ketat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sekitar Gedung Merdeka dan jalan Asia Afrika saat libur Paskah, di Bandung, Jawa Barat, Ahad, 4 April 2021. Wisatawan memadati sejumlah kawasan di pusat-pusat keramaian di Bandung tanpa ada penjagaan dari Satgas Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    Suasana di sekitar Gedung Merdeka dan jalan Asia Afrika saat libur Paskah, di Bandung, Jawa Barat, Ahad, 4 April 2021. Wisatawan memadati sejumlah kawasan di pusat-pusat keramaian di Bandung tanpa ada penjagaan dari Satgas Covid-19. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menyepakati wisata lokal tetap boleh dibuka di masa Lebaran dengan syarat dan ketentuan yang ketat.

    "Misalnya maksimum 50 persen kapasitas pengunjung. Kemudian peraturan disiplin protokol kesehatan harus diperketat. Sanksi untuk mereka yang tidak memiliki standar operasional itu harus ditegakkan," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 April 2021.

    Dengan tetap dibukanya wisata lokal, menurut Muhadjir, merupakan upaya pemerintah untuk tetap menyeimbangkan antara kondisi ekonomi dengan penanganan Covid-19.

    "Jadi kita cari titik optimumnya. Optimum Pareto. Jadi jangan sampai ketika salah satunya baik tapi kebaikannya menggerus yang lain," kata dia.

    Dengan langkah itu, Muhadjir berharap nadi ekonomi akan terus berdenyut. Pergerakan arus barang jasa dan daya beli dan daya konsumsi masyarakat diharapkan masih akan tumbuh selama masa lebaran.

    Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021 mendatang. Langkah ini diambil untuk mengendalikan penularan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.