Bacakan Pledoi, Terdakwa Suap Ekspor Benur: Saya Korban Penyalahgunaan Wewenang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa 23 Maret 2021. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

    Terdakwa Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito berjalan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa 23 Maret 2021. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus dugaan suap ekspor benur atau benih lobster, Suharjito, menyatakan dirinya adalah korban dalam perkara ini.

    "Saya korban penyalahgunaan wewenang dan jabatan penyelenggara negara," ujar Suharjito saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 14 April 2021. 

    Kepada majelis hakim, Suharjito merasa sudah bekerja keras bersikap kooperatif, serta telah memberikan keterangan secara utuh dalam perkara ini. Oleh karena itu, ia merasa tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta, berat. 

    Suharjito pun meminta majelis hakim untuk menjatuhkan vonis rendah kepadanya. "Dalam kesempatan ini dengan hati yang tulus, mohon kerendahan bapak-bapak majelis hakim yang saya muliakan untuk berkenan kiranya nanti dalam memutuskan hukuman kepada sya dapat memberikan keringanan hukuman dari tuntutan penuntut umum," kata dia.

    Selain itu, Suharjito mengucap terima kasih kepada JPU KPK karena sudah mengabulkan permohonan sebagai justice collaborator (JC). Ia berjanji akan bersikap konsisten dalam memberikan kesaksian. 

    KPK menetapkan Suharjito sebagai tersangka setelah ia menyuap eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan lima orang lainnya sebesar Rp 2,1 miliar untuk mendapatkan izin ekspor benih lobster. 

    Jaksa pun menuntut Suharjito dengan hukuman pidana kurungan selama tiga tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Ini Alasan Jaksa KPK Ajukan Penyuap Edhy Prabowo Jadi Justice Collaborator


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.