BIN: Bom Bunuh Diri di Makassar Direncanakan Sejak Januari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi berjalan dengan anjing pelacak saat mengumpulkan sisa serpihan ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. Kepolisian masih melakukan olah TKP serta mengumpulkan serpihan sisa ledakan pada hari kedua pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi pada 28 Maret di depan gereja tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    Anggota polisi berjalan dengan anjing pelacak saat mengumpulkan sisa serpihan ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 29 Maret 2021. Kepolisian masih melakukan olah TKP serta mengumpulkan serpihan sisa ledakan pada hari kedua pascaledakan bom bunuh diri yang terjadi pada 28 Maret di depan gereja tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi VII Badan Intelijen Negara Wawan Hari Purwanto mengatakan bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri di Makassar pada Ahad lalu merupakan upaya balas dendam sejak tewasnya mentor mereka pada 6 Januari 2021.

    "Dia ingin mewujudkan itu, rencana serang sejak Januari lah diwujudkan oleh dia ini," kata Wawan dalam diskusi Polemik, Sabtu, 3 April 2021.

    Wawan menjelaskan, pergerakan para teroris di Sulawesi Selatan terus dipantau sejak 2015. Dalam pergerakannya, mereka lari ke sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Jawa, NTB, dan sebagian wilayah Sumatera.

    Pergerakan itu kemudian diperkuat pada 6 Januari 2021 ketika ada penangkapan 20 anggota Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Dua dari 20 orang itu tewas tertembak. Mereka adalah Moh Rizaldy dan Sanjai Ajis.

    Menurut Wawan, Rizaldy merupakan mentor pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri di Makassar. Rizaldy juga yang menikahkan keduanya pada enam bulan lalu.

    Setelah mentornya tewas pada 6 Januari lalu, pengikutnya pun mengancam akan menyerang. Aparat keamanan, menurut Wawan, sudah mengantisipasi hal tersebut dengan peningkatan capacity building. "Meskipun tanpa harus menyolok karena kita tidak ingin masyarakat jadi resah, apalagi di tengah pandemi," ujarnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto