Amien Rais Tuding Moeldoko Berani Ambil Demokrat karena Kerlingan Lurah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbicara dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Indonesia menginisiasi kolaborasi antar negara dan antar pebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia. Melalui Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASAFF 2020) diharapan sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo berbicara dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat membuka The 2nd Asian Agriculture & Food Forum (ASAFF) 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. Indonesia menginisiasi kolaborasi antar negara dan antar pebisnis di kawasan Asia untuk membangun kemandirian pertanian dan ketahanan pangan Asia. Melalui Asian Agriculture and Food Forum 2020 (ASAFF 2020) diharapan sinergi dan kolaborasi tersebut dapat diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Asia dan menjadi penyuplai utama pangan dunia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Partai Ummat Amien Rais menilai tindakan Kepala Staf Presiden Moeldoko terkait Partai Demokrat adalah sesuatu yang luar biasa. Amien pun menduga langkah Moeldoko itu mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Saya tidak yakin Moeldoko berani, seberani itu tanpa kerlingan atau kedipan dari lurah kita itu," kata Amien Rais dalam akun Youtube Amien Rais Official, Sabtu malam, 13 Maret 2021. Istilah lurah kerap digunakan untuk merujuk Presiden Jokowi.

    Amien beralasan hingga saat ini Jokowi belum mengucapkan satu patah kata pun terkait tindakan Moeldoko. Menurut Amien, kini banyak pihak yang mendesak Jokowi mencopot Moeldoko dari jabatan KSP.

    Desakan itu disebutnya bukan dari kelompok oposisi saja. Amien menyebut para pendukung Jokowi pun mendesak Moeldoko dicopot agar tak mengotori rezim Jokowi.

    "Tetapi saya kira kalau seseorang sangat dekat itu sudah saling menutup, saling dukung, sehingga kalau satu jatuh temannya juga akan jatuh," ujar Amien.

    Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025 hasil Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara. Sejak Februari lalu, pengurus pusat Partai Demokrat telah menuding Moeldoko hendak mengambil alih partai mereka dengan mendongkel Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.

    Dalam pernyataan sebelumnya, Moeldoko meminta agar Jokowi dan Istana tak diseret-seret dalam masalah Partai Demokrat. Moeldoko awalnya mengatakan bertemu kader Demokrat hanya untuk minum kopi sehingga tak perlu meminta izin Presiden. Hingga pada Jumat pekan lalu, 5 Maret 2021, ia menerima penobatan sebagai ketua umum partai berlambang mercy itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.