Muhadjir Effendy Dorong BNPB Miliki Dokumentasi Sejarah Bencana Indonesia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menikmati suasana menjelang matahari tenggelam dengan latar belakang pelangi serta masjid terapung yang rusak akibat gempa dan tsunami di Pantai Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 31 Desember 2019. Sebagian warga di Kota Palu merayakan pergantian tahun dengan menikmati suasana matahari terbenam terakhir tahun 2019 di pantai tersebut. ANTARA

    Sejumlah warga menikmati suasana menjelang matahari tenggelam dengan latar belakang pelangi serta masjid terapung yang rusak akibat gempa dan tsunami di Pantai Teluk Palu, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 31 Desember 2019. Sebagian warga di Kota Palu merayakan pergantian tahun dengan menikmati suasana matahari terbenam terakhir tahun 2019 di pantai tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memiliki bank dokumentasi tentang penanggulangan bencana yang pernah terjadi di Indonesia. Sebagai negara yang berada di lingkaran cincin api pasifik (ring of fire), Muhadjir mengatakan sejak zaman dulu, Indonesia memiliki cara-cara tersendiri untuk menghadapi bencana.

    "Sampai sekarang menurut saya kita juga belum memiliki catatan-catatan sejarah yang cukup memadai tentang bagaimana nenek moyang kita dulu menghadapi, menanggulangi bencana di Indonesia," kata Muhadjir saat memberi sambutan di penutupan Rakornas BNPB, Rabu, 10 Maret 2021.

    Muhadjir Effendy mengatakan yang tersisa hanyalah beberapa bentuk peninggalan berupa kearifan lokal. Mulai dari bangunan maupun tata cara hidup yang menggambarkan bagaimana dulu nenek moyang masyarakat Indonesia merespons bencana di tempatnya masing-masing.

    Padahal, menurut Muhadjir, cepat atau lambat, Indonesia pasti akan selalu dihadapkan pada kemungkinan terjadinya bencana. Hal itu pun tidak bisa diatasi dengan cepat tanpa belajar dari pengalaman dalam menanggungi bencana.

    Ia pun menyarankan BNPB untuk segera menginisiasi pendokumentasian, bahkan merekonstruksi sejarah nenek moyang masyarakat Indonesia, khususnya dalam merespons dan menangani bencana di Tanah Air.

    "Supaya cepat maka kita harus betul-betul mampu mendokumentasikan pengalaman, merekonstruksi apa yang pernah terjadi dan menjadikannya bahan kajian untuk lebih siap menghadapi bencana," kata dia.

    Bagaimanapun, kata Muhadjir, bencana adalah bagian dari hidup manusia. Yang perlu dilakukan ialah menyikapinya secara positif sehingga masyarakat dan juga bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang tangguh.

    "Jadi pesan saya, kita sudah waktunya untuk mendokumentasi dengan baik. Selama 13 tahun kiprah dari BNPB dan BPBD ini harus mampu menghasilkan karya yang besar. Menjadikan monumen sekaligus untuk cerminan agar nanti anak cucu kita tahu bagaimana kita merespons, bagaimana kita menghadapi bencana," kata Muhadjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto