Kubu KLB Demokrat Bantah Ada Ribut-ribut Soal Uang Transport untuk Peserta

Anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu 27 Februari 2021. Hencky bersama tujuh anggota Forum Pendiri Partai Demokrat lainnya mendesak partainya untuk mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hencky Luntungan membantah kabar adanya keributan peserta atas pemberian uang selama KLB Demokrat. "Enggak ada yang mengeluh, enggak ada yang ribut-ribut kok enggak ada. Saya kan ada di sana, saya jadi saksi hidup kok," ucap Hencky ketika dihubungi, Selasa, 9 Maret 2021.

Meski demikian Hencky Luntungan membantah adanya janji imbalan Rp 100 juta. Menurut Hencky Luntungan, uang yang dibagikan kepada peserta hanyalah pengganti transportasi dan akomodasi. Uang untuk peserta dan acara KLB itu disebutnya berasal dari iuran panitia.

"Lha, panitia kita ini kan rata-rata pengusaha," kata Hencky. Dia sendiri mengaku merogoh kocek untuk patungan, tetapi enggan merinci jumlahnya. Hencky mengklaim memiliki tiga perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas, jasa konstruksi, dan perdagangan (trading).

Baca: Bantah Janjikan Rp100 Juta, Kubu Pro KLB Demokrat Akui Bagikan Duit Transportasi

Sebelumnya, sejumlah peserta KLB dikabarkan protes lantaran uang yang dibagikan tak sesuai yang dijanjikan. Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu Gerald Piter Runtuthomas dalam pengakuannya mengatakan, peserta KLB mulanya dijanjikan mendapat uang Rp 100 juta yang diberikan bertahap. Pada saat tiba di lokasi, peserta dijanjikan mendapat Rp 25 juta, dan sisanya setelah KLB selesai. Namun kata dia, mereka cuma mendapat Rp 5 juta.

Gerald mengatakan, sejumlah peserta KLB Demokrat yang menolak, kata Gerald, kemudian dipanggil Nazaruddin. Mantan terpidana kasus korupsi Wisma Atlet itu kemudian membagi-bagikan uang Rp 5 juta, sehingga total yang diterima peserta menjadi Rp 10 juta.

BUDIARTI UTAMI PUTRI | FRISKI RIANA






Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

1 hari lalu

Dugaan Upaya Kriminalisasi Anies Baswedan, NasDem: Jika Benar Membahayakan Demokrasi

Partai NasDem meminta KPK mengklarifikasi kabar soal upaya menjadikan Anies Baswedan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Formula E.


Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

1 hari lalu

Partai Demokrat Sudah Dengar Upaya Kriminalisasi Terhadap Anies Baswedan

Partai Demokrat menyayangkan upaya kriminalisasi Anies Baswedan. Isu penjegalan Anies ini sudah meruak di internal partai.


Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

2 hari lalu

Soal Safari Politik Puan Maharani ke Partai Demokrat, Masinton: Masih Diatur Waktunya

Said Abdullah mengungkapkan bahwa Puan Maharani tetap akan berkunjung ke Partai Demokrat terlepas dari kritikan yang sering dilontarkan.


AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

3 hari lalu

AHY Sebut Lukas Enembe Sudah Empat Kali Terkena Stroke

AHY mengatakan telah bertemu dengan Lukas Enembe kemarin. Dia mengungkapkan kader Partai Demokrat itu telah terkena 4 kali serangan stroke.


Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

3 hari lalu

Partai Demokrat Siapkan Tim Bantuan Hukum bagi Lukas Enembe

Partai Demokrat menyiapkan bantuan hukum untuk kadernya sekaligus Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang terjerat kasus korupsi oleh KPK.


Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

3 hari lalu

Partai Demokrat Nonaktifkan Lukas Enembe dari Jabatan Ketua DPD Papua

Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua.


Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

3 hari lalu

Soal Kasus Lukas Enembe, AHY Duga Ada Intervensi Elemen Negara

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membeberkan dua intervensi oleh elemen negara yang pernah dialami Lukas Enembe.


NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

3 hari lalu

NasDem Sebut Deklarasi Koalisi dan Capres Partai Itu Digelar 10 November 2022

Partai NasDem menyebut pengumuman koalisi dan calon presiden yang akan diusung partai itu akan dilakukan pada 10 November 2022.


Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

3 hari lalu

Koalisi PKS, NasDem dan Demokrat Diprediksi Alot Tentukan Cawapres

PKS, NasDem dan Demokrat disebut bisa sepakat soal Anies Baswedan sebagai capres, tetapi alot dalam menentukan siapa pendampingnya.


Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

3 hari lalu

Soal Peluang Anies Baswedan Jadi Capres, Ini Kata PKS

PKS tak membantah soal nama Anies Baswedan yang akan mereka usung sebagai calon presiden bersama NasDem dan Demokrat.