Mengenal Vaksin Covid-19 AstraZeneca Asal Inggris

Reporter

Pekerja menurunkan kotak vaksin AstraZeneca / Oxford saat negara tersebut menerima gelombang pertama vaksin penyakit virus corona (COVID-19) di bawah skema COVAX, di bandara internasional Accra, Ghana 24 Februari 2021. [REUTERS / Francis Kokoroko]

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca yang didatangkan ke Indonesia melalui skema COVAX telah tiba di Jakarta pada Senin, 8 Maret 2021. Indonesia menjadi salah satu negara pertama di Asia yang menerima dosis vaksin Covid-19 melalui inisiatif global yang dikelola oleh badan dunia World Health Organization (WHO) ini.

"Kami sangat senang melihat kedatangan dosis pertama vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia melalui COVAX. Meskipun sebelumnya vaksin bukanlah fokus utama kami," kata Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia dalam keterangan tertulis, Selasa, 9 Maret 2021.

Chon menyatakan AstraZeneca telah bekerja dengan mitra secara global untuk menyediakan akses vaksin secara luas, merata dan tepat waktu bagi sebanyak mungkin orang secara nirlaba selama masa pandemi. 

AstraZeneca adalah perusahaan farmasi global pertama yang bergabung dengan COVAX pada Juni 2020. Bersama dengan mitra lisensinya, Serum Institute of India, ratusan juta dosis vaksin AstraZeneca direncanakan akan diberikan kepada 142 negara melalui skema COVAX, apabila memungkinkan dari sisi operasional dan ketersediaan.

Chon dalam keterangannya mengatakan vaksin mereka telah terbukti dapat ditoleransi dengan baik dan efektif dalam mencegah Covid-19 dengan gejala. Ia mengklaim satu dosis vaksin memiliki kemanjuran 76 persen terhadap Covid-19. Dengan gejala dalam 90 hari pertama setelah vaksinasi tanpa penurunan perlindungan yang signifikan selama periode ini.

Ia menyebut kemanjuran vaksin setelah dosis kedua lebih tinggi apabila diberikan dengan interval yang lebih lama. "Mencapai 81,3 persen apabila interval pemberian dosis pertama dan kedua 12 minggu atau lebih," kata Chon.

Dari keterangannya, Chon menyebut hasil uji klinis telah mengkonfirmasi Vaksin AstraZeneca mampu 100 persen mencegah terjadinya penyakit parah, rawat inap, dan kematian, lebih dari 22 hari setelah dosis pertama diberikan. Penelitian menunjukkan bahwa vaksin mengurangi penularan virus tanpa gejala secara signifikan hingga dua pertiga, berdasarkan swab test mingguan yang dilakukan pada sukarelawan dalam uji coba di Inggris.

Vaksin ini ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech. Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus), yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2.

"Setelah vaksinasi, protein permukaan spike diproduksi yang mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh," kata Chon soal vaksin Covid-19. Selain program yang dipimpin oleh Universitas Oxford, AstraZeneca pun sedang melakukan uji coba besar di AS dan juga global. Secara total, Universitas Oxford dan AstraZeneca berharap dapat menyertakan hingga 60.000 peserta penelitian secara global.

Baca juga: Bio Farma: Vaksin AstraZeneca Harus Disimpah di Suhu 2-8 Derajat






Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

15 jam lalu

Hari Rabies Sedunia, Kementan Gelar Vaksinasi Hewan Gratis di Bali

Kementerian Pertanian (Kementan) perkuat pengendalian Rabies di Provinsi Bali dengan melakukan gerakan vaksinasi hewan secara massal


Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

1 hari lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

2 hari lalu

Mulai 1 Oktober, Wisatawan ke Thailand Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksin dan Tes Covid-19

Sejak pandemi, Thailand secara bertahap membuka kembali pariwisata internasional mulai Juli 2021 dengan program khusus.


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

6 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

8 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

9 hari lalu

Uganda Umumkan KLB Ebola Pasca-Galur Sudan Ditemukan

WHO mengatakan sebelumnya sudah ada tujuh KLB Ebola galur Sudan yakni empat di Uganda dan tiga di Sudan.


Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

10 hari lalu

Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.


WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

11 hari lalu

WHO Berterima Kasih Lee Seung Gi Bicara Soal Asupan Garam di Drama The Law Cafe

Karakter Lee Seung Gi di The Law Cafe mengungkapkan berbagai ancaman penyakit berbahaya jika terus-menerus konsumsi garam berlebihan setiap harinya.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

11 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.