Jubir Klaim Said Aqil Tetap Kritisi Pemerintah Meski Jabat Komut PT KAI

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PBNU Said Aqil Siroj (tengah) bersama Sekjen Helmy Faishal Zaini (kanan) dan Ketua Bidang Hukum Robikin Emhas dalam Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan Tahun 2018  di Kantor PBNU, Jakarta, 3 Januari 2018. Muhasabah Kebangsaan Doa, Harapan dan Optimisme di Tahun 2018 tersebut membahas kondisi bangsa sepanjang tahun 2017. ANTARA

    Ketum PBNU Said Aqil Siroj (tengah) bersama Sekjen Helmy Faishal Zaini (kanan) dan Ketua Bidang Hukum Robikin Emhas dalam Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan Tahun 2018 di Kantor PBNU, Jakarta, 3 Januari 2018. Muhasabah Kebangsaan Doa, Harapan dan Optimisme di Tahun 2018 tersebut membahas kondisi bangsa sepanjang tahun 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pribadi KH Said Aqil Sirodj, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu akan tetap kritis kepada pemerintah meskipun ditunjuk sebagai salah satu Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI).

    "Kiai Said akan tetap kritis, terutama untuk hal-hal yang dianggap menyimpang dari kemaslahatan publik. Kritik-kritik Kiai Said jelas bertumpu pada kaidah Islam dalam hal membangun kesejahteraan publik," kata Nabil melalui pesan tertulis, Kamis, 4 Maret 2021.

    Sebaliknya, kata Nabil, Said juga akan mendukung pemerintah dalam program-program yang membela rakyat kecil dan publik secara umum, sesuai dengan kaidah kebijakan para pemimpin harus bertumpu kepada kemaslahatan publik.

    Menurut Nabil, Said dikenal sebagai seseorang yang sangat gigih dalam menjaga keutuhan NKRI. Said berada di barisan pertama melawan pihak-pihak yang mengancam keamanan negara.

    "Bahkan, Kiai Said juga sering mengkritik pemerintah bila terlalu condong kepada kelompok oligarki. Publik juga masih sangat ingat, Kiai Said sering mengkritik ketimpangan ekonomi dan menyeru agar para pengusaha dan pemerintah untuk merangkul warga miskin dan pengusaha kecil," tuturnya.

    Menurut Nabil, Said bukan orang yang mencari jabatan. Sebab, ia memiliki kegiatan yang sudah banyak publik ketahui, misalnya mengurus pesantren, Nahdlatul Ulama, dan merawat umat. "Kiprah Kiai Said tidak lagi diragukan, gagasan, dan pemikirannya juga ditunggu publik," kata dia. 

    Bagi yang mempertanyakan kapasitas Said sebagai komisaris PT KAI, Nabil mengatakan bahwa yang bersangkutan pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan. Sehingga menjadi komisaris perusahaan bukan hal yang baru bagi Said. "Beliau sangat paham tata kelola perusahaan, sekaligus tipikal manusia pembelajar, jadi tidak perlu dikhawatirkan dalam hal kapabilitas," ujarnya.

    Menurut Nabil, Said Aqil telah berkomitmen gaji sebagai Komisaris PT KAI akan digunakan untuk sedekah. "Kiai Said selama ini juga getol mengampanyekan filantropisme, di antaranya melalui NUCare-Lazisnu," kata dia.

    Baca Juga: Said Aqil Jadi Komisaris, PKS Ingatkan Bisnis PT KAI Sedang Terpuruk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.