Drone Emprit Cium Kejanggalan di Balik Kehebohan Aisha Weddings

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. (Pixabay.com)

    Ilustrasi pernikahan. (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai ada kejanggalan di balik kehebohan munculnya situs jasa penyedia pernikahan anak bernama Aisha Weddings. Wedding Organizer (WO) itu ramai dibicarakan setelah menganjurkan perempuan muslim agar menikah dalam rentang usia 12-21 tahun dan tak lebih.

    Kejanggalan pertama yang Fahmi kupas adalah situs Aisha Weddings pada 2018 dan sebelumnya, redirect ke aishaevents.com. Lalu lompat diperbaharui pada 2021.

    Konten dalam situs juga baru diperbahurui pada 9-10 Februari 2021. "Namun, konten belum lengkap. Baru beberapa halaman yang terisi, seperti keyakinan tentang poligami, untuk Kaum Muda. Sedangkan bagian Layanan, Covid-19, kontak belum diisi. Sepertinya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan," cuit Fahmi seperti dikutip Tempo pada Kamis, 11 Februari 2021.

    Sebagai informasi, Tempo sudah meminta izin kepada Fahmi untuk mengutip analisanya terhadap Aisha Weddings ini.

    ADVERTISEMENT

    Kemudian, hal kedua yang dicurigai Fahmi adalah cepatnya peluncuran jasa ini di beberapa daerah. Diketahui spanduk Aisha Weddings telah terpasang di sejumlah lokasi.

    "Kalau spanduk ada, artinya sudah siap terima layanan. Apalagi ada email dengan domain. Tapi seperti saya paparkan di atas, konten belum lengkap," kata Fahmi.

    Terkait kehebohan publik, Fahmi menilai Aisha Weddings cukup berhasil menyita perhatian. Sejak diunggah pada 9 Februari 2021, pengguna Twitter banyak yang berkomentar.

    Fahmi mengatakan komentar yang paling populer adalah sebagian curiga ini bisnis. Di sisi lain, banyak yang percaya bahwa Aisha Weddings betul ada sehingga muncul tudingan ada penggunaan agama untuk perdagangan orang, bisnis seks, dan sebagainya.

    Kehebohan ditambah dengan media massa yang turut mengulas soal perkawinan anak. Tak tanggung, sejumlah organisasi dan lembaga seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, ikut memberikan pernyataan, bahkan siap mempolisikan WO tersebut.

    Atas keramaian ini, Fahmi menyarankan agar tak diperpanjang. "Karena memang tidak jelas siapa yang membuat dan tujuannya sepertinya bukan sungguh-sungguh sebagai iklan jasa penyedia pernikahan profesional. Kita serahkan kepada kepolisian untuk mengungkap pelakunya biar tidak terulang," kata dia menyoal Aisha Weddings.

    Baca juga: Bareskrim Selidiki Aisha Weddings, Penyedia Jasa Nikah di Bawah Umur

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji

    Yuk! Mulai Menabung untuk Menunaikan Ibadah Haji