Moeldoko Sebut Luhut Juga Pernah Didatangi Orang yang Keluhkan Internal Demokrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) meniup kantong nafas untuk dites dengan GeNose C19 disaksikan Menristek Bambang Brodjonegoro di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Kementerian Riset dan Teknologi menghibahkan satu unit pendeteksi virus corona, GeNose C19 kepada Kantor Staf Kepresidenan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) meniup kantong nafas untuk dites dengan GeNose C19 disaksikan Menristek Bambang Brodjonegoro di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Kementerian Riset dan Teknologi menghibahkan satu unit pendeteksi virus corona, GeNose C19 kepada Kantor Staf Kepresidenan. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko heran dengan tuduhan hendak mengkudeta Partai Demokrat dari kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    Ia mengatakan hanya didatangi oleh sejumlah orang yang berkeluh kesah tentang kondisi internal partai itu.

    Mantan Panglima TNI ini mengatakan, dia memang terbiasa menerima banyak orang dari berbagai kelompok. Dia bisa saja menerima tamu di rumah atau di kantornya di KSP. Moeldoko pun menilai tak ada yang salah dari aktivitasnya itu.

    "Di kantor saya itu, setiap hari menerima orang, menerima berbagai kelompok di kantor saya. Biasa kok. Yang marah-marah saya suruh marah-marah, emosimu keluarkan, marah-marah saja. Biar saya paham apa yang kalian pikirkan. Gitu," kata dia, di rumahnya di Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu, 3 Februari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Cerita Demokrat Kalsel Bertemu Moeldoko

    Menurut dia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun bercerita pernah didatangi oleh mereka. "Pak LBP juga pernah cerita kepada saya, 'Saya juga pernah didatangi oleh mereka-mereka.' Case-nya juga sama, tapi enggak ribut begini," katanya.

    Namun, ia tak merinci siapa mereka yang dia maksud. Dia juga tidak menjawab jelas saat ditanya apakah yang mendatanginya itu kader Demokrat Jhoni Allen Marbun serta mantan kader Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Darmizal.

    Moeldoko membantah tudingan dirinya hendak mengambil alih Partai Berlambang Mercy dari AHY itu melalui kongres luar biasa. Menurut dia, tuduhan itu lucu-lucuan alias dagelan saja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?