Polemik Demokrat - Moeldoko: Pelaku Gerakan Klaim Didukung Pejabat Negara

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachland Nashidik. Twitter.com

    Rachland Nashidik. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menyebut pelaku gerakan yang ingin mendongkel kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengklaim dapat persetujuan dari para pejabat negara. Bahkan nama presiden diklaim muncul kendati tak langsung menyebut Joko Widodo atau Jokowi.

    "Penuturan para pelaku gerakan yang intinya Bapak (yang disebut sebagai Pak Lurah) telah merestui dan menyetujui gerakan pendongkelan Ketum Partai Demokrat," kata Rachland, Senin, 1 Februari 2021.

    Rachland mengatakan para pelaku merasa yakin gerakannya pasti sukses karena mendapat dukungan para pemegang kekuasaan yang lain, yaitu Kepala Badan Intelijen Negara, Kapolri, Menteri Hukum dan HAM dan Menko Polhukam.

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya menyampaikan ada gerakan politik yang melibatkan pejabat di lingkaran Presiden Jokowi dan ingin merebut kekuasaan pimpinan Demokrat secara inkonstitusional.

    AHY mengatakan gabungan gerakan tersebut ada 5 orang. Mereka terdiri atas satu kader aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan tidak hormat karena menjalani hukuman korupsi. Lalu satu kader yang keluar 3 tahun yang lalu dan 1 non kader yang merupakan pejabat tinggi pemerintahan.

    Pejabat yang dimaksud, menurut pengakuan Rachland, adalah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Mereka menargetkan 360 kader Demokrat yang memiliki suara untuk diajak mengadakan kongres luar biasa untuk menggantikan AHY.

    Kepala Staf Presiden Moeldoko membantah keterlibatan Istana terkait tudingan adanya upaya mendongkel kepengurusan Partai Demokrat. Ia mengatakan Presiden Jokowi dalam hal ini tak tahu menahu tentang urusan ini.

    "Dalam hal ini, saya mengingatkan, sekali lagi jangan dikit-dikit Istana. Dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Karena beliau dalam hal ini tak tahu menahu sama sekali," kata Moeldoko saat memberi klarifikasi ihwal isu kudeta di Partai Demokrat secara daring, Senin, 1 Februari 2021.

    Baca juga: Rachland Sebut Nama Moeldoko yang Ingin Mendongkel Kepengurusan Demokrat

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.