Kemendikbud Sebut Perbaikan Sekolah karena Bencana Bisa Pakai Dana BOS

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat bangunan sekolah yang ambruk akibat gempa bumi di kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 11 Maret 2020. Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi pada Selasa (10/3) mengakibatkan ratusan rumah rusak di enam kecamatan di Sukabumi. ANTARA/Budiyanto

    Warga melihat bangunan sekolah yang ambruk akibat gempa bumi di kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 11 Maret 2020. Gempa berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi pada Selasa (10/3) mengakibatkan ratusan rumah rusak di enam kecamatan di Sukabumi. ANTARA/Budiyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan perbaikan sekolah yang rusak akibat bencana dapat menggunakan dana BOS atau Bantuan Operasional Sekolah.

    “Jika tidak mencukupi bisa dengan mengalihkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk menangani sekolah yang terdampak bencana yang memang lebih memerlukan perhatian,” ujar Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Sri Wahyuningsih, mengutip Antara, Ahad, 24 Januari 2021. 

    Pemerintah daerah (Pemda), lanjut Sri, diharapkan turut membantu perbaikan sekolah yang rusak akibat bencana. Di sisi lain, Kemendikbud mengusulkan prioritas perbaikan sekolah tersebut ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    Sebelumnya, Kemendikbud menyatakan sebanyak 103 satuan pendidikan rusak akibat gempa yang terjadi di Sulawesi Barat pada 14 Januari dan 15 Januari 2021. Gempa tersebut memberikan dampak kepada 1.203 satuan pendidikan, 192.027 peserta didik, serta 16.620 pendidik dan tenaga kependidikan yang berada di Provinsi Sulawesi Barat.

    Sementara di Kalimantan Selatan, sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir Kalsel, yakni TK/PAUD sebanyak 606 sekolah, SD sebanyak 661, SMP sebanyak 112. Lalu SMA sebanyak 25, SLB sebanyak tujuh sekolah dan SMK sebanyak satu sekolah.

    Dia menambahkan, Direktorat SD Kemendikbud menyerahkan bantuan, yakni tenda sebanyak lima buah, perlengkapan sekolah untuk penyintas gempa di Sulawesi Barat sebanyak 200 paket. Kemudian perlengkapan sekolah untuk penyintas banjir di Kalimantan Selatan sebanyak 300 paket, perlengkapan sekolah untuk penyintas longsor Sumedang sebanyak 100 paket, dan lima buah tenda.

    Kemendikbud berharap dengan bantuan tersebut tetap dapat menjaga semangat belajar siswa yang tertimpa musibah bencana, seperti gempa dan banjir.

    Baca juga: KPAI Anggap Aturan Jilbab SMKN 2 Padang Melanggar HAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.