Menteri Airlangga Tak Umumkan Positif Covid-19 Dikritik, Istana Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan  terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana merespon beragam kritikan publik terkait sikap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang tidak mengumumkan ke publik saat dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

    Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut, memang hal tersebut tidak perlu diumumkan kepada masyarakat luas karena para anggota kabinet sudah tahu ruang pekerjaan dan berkomunikasi dengan siapa saja setiap harinya. Toh, selama pandemi Covid-19, ujar Moeldoko, para menteri tidak pernah masuk dalam area publik yang sangat besar karena berbagai kegiatan dibatasi.

    "Sehingga kalau terjadi di menteri, ya cukup beberapa orang yang tahu. Setelah itu, ada langkah-langkah tindakan kesehatan dijalankan agar semua hal yang berkaitan dengan tracing itu bisa berjalan," ujar Moeldoko di kantornya, Rabu, 20 Januari 2021.

    Berbeda halnya, ujar Moeldoko, kalau konteksnya ada seseorang yang berada di tengah-tengah massa yang sangat luas dan sulit dikontrol, maka itu harus diketahui publik.

    Baca: Usai Donor Plasma, Airlangga Baru Akui Sempat Terpapar Covid-19

    Moeldoko tidak menyebut dengan lugas siapa 'seseorang' yang dia maksud itu. Yang jelas, sejumlah pihak belakangan membandingkan sikap Airlangga dengan apa yang dialami pimpinan FPI Rizieq Shihab yang menyembunyikan hasil tes Covid-19, lalu berujung pidana.

    "Jadi saya pikir, ini sudah saya jelaskan bahwa kami-kami para menteri ini memiliki kegiatan tugas yang sangat mudah dikenali dengan baik. Kami punya instrumen kesehatan yang bisa setiap saat diberi tahu untuk melakukan tracing dan mudah dikontrol. Jadi dalam konteks ini, saya pikir case-nya yang kita lihat," ujar dia.

    Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman mengatakan, bagaimanapun pejabat publik seperti Airlangga Hartarto semestinya langsung mengumumkan saat diketahui terkonfirmasi positif Covid-19, karena mereka banyak ditemui dan menemui publik. Sehingga tentunya banyak pula kontak erat yang mesti ditelusuri. "Selain itu, pejabat publik seharusnya menjadi role model, contoh bagi masyarakat untuk terbuka agar mengetahui kontak eratnya," ujar Dicky saat dihubungi Tempo, Rabu, 20 Januari 2021.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.