Hingga 15 Januari, RS Polri Terima Total 155 Kantong Jenazah Sriwijaya Air SJ182

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. ANTARA/ Anita Permata Dewi

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. ANTARA/ Anita Permata Dewi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 155 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, ratusan kantong jenazah itu sudah diterima oleh tim.

    “Sampai pukul 09.00 WIB ini juga, Tim DVI (Disaster Victim Identification) telah menerima 155 kantong jenazah,” ujar Rusdi melalui konferensi pers daring pada Jumat, 15 Januari 2021.

    Selain itu, pada pagi ini, 15 Januari 2021, Tim DVI Polri juga menyerahkan satu jenazah atas nama Fadly Satrianto kepada keluarga untuk dimakamkan. Fadly merupakan salah satu kru Sriwijaya Air.

    ADVERTISEMENT

    "Dan pagi ini juga, telah kami serahkan jenazah korban ke keluarga atas nama Fadly Satrianto," ujar Rusdi.

    Hingga saat ini, total sudah ada 12 jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri. Selain Fadly, 11 lainnya adalah Okky Bisma, Khasanah, Asy Habul Yamin, Indah Halimah Putri, Agus Minarni, Ricko, Ihsa Adhlan Hakim, Supianto, Pipit Piyono, Mia Tresetyani, dan Yohanes Suherdi.

    Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air jatuh setelah hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 9 Januari 2021. Pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.