Kata Istana Soal Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis memimpin upacara serah terima jabatan di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 20 November 2020. Foto: Istimewa

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis memimpin upacara serah terima jabatan di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 20 November 2020. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah mempertimbangkan beberapa nama calon Kepala Kepolisian RI atau Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis.

    "Ya pasti sudah, karena kan berkaitan dengan waktu," ujar Moeldoko di kantornya, Senin, 4 Januari 2020.

    Pergantian Kapolri, kata Moeldoko, adalah sesuatu hal yang rutin dan prosedurnya juga sudah ada. "Tinggal menunggu waktu, siapanya pasti sudah ada," ujar Moeldoko.

    Ihwal nama calon Kapolri tersebut, Moeldoko enggan membocorkan. "Kebetulan tidak di kantong saya," ujarnya.

    Ia juga enggan membocorkan kapan rencananya Presiden Jokowi akan mengirimkan surat ke Komisi III DPR RI untuk melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) atas calon Kapolri tersebut. "Tanya Sekjen sana," ujar Moeldoko sambil tertawa.

    Kapolri Jenderal Idham Azis akan pensiun pada 1 Februari 2021 mendatang. Sesuai dengan prosedur, Presiden akan menunjuk Kapolri baru. Pemilihan itu berdasarkan pada nama-nama yang mendapat rekomendasi Kompolnas maupun dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

    Hingga sore ini, Kompolnas mengaku belum mengirim nama-nama calon Kapolri kepada Presiden Jokowi. "Belum," ujar Anggota Kompolnas Poengky Indarti lewat pesan singkat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.