Doni Monardo Bilang Disiplin Protokol Kesehatan Masyarakat Turun di Semua Daerah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Selain membahas anggaran pagu untuk program kerja tahun 2021, rapat juga membahas perkembangan penanganan COVID-19 dan penanganan bencana alam di Indonesia. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKetua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan tingkat disiplin masyarakat melaksanakan 3M atau protokol kesehatan mengalami penurunan di semua daerah sehingga memincu peningkatan angka kasus aktif Covid-19.

    "Tingkat disiplin masyarakat di hampir semua daerah mengalami penurunan. Awal November lalu tingkat kepatuhan memakai masker ada di kisaran 86,18 persen, namun di minggu-minggu selanjutnya mengalami penurunan," kata Doni dalam talkshow "Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi" secara daring dari Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.

    Menurut dia, sempat naik menjadi 81,65 persen, namun persentase kepatuhan masyarakat menggunakan masker kembali menurun menjadi 80,48 persen pada 24 Desember 2020, sedangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak yang di awal November ada di angka 81,87 persen, lalu turun drastis di pertengahan bulan, maka pada 24 Desember ada di angka 76,87 persen.

    "Ini perlu disadari, pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Perlu gerakan masif melibatkan semua komponen masyarakat, terutama tokoh-tokoh nonformal yang dapat memberi pengaruh langsung ke masyarakat," ujar Doni.

    Jika semua pihak bekerja ikhlas ia optimistis Indonesia akan melewati pandemi Covid-19 dengan baik. Hal tersebut sudah terbukti di Jawa Timur di mana angka kasus penularan virus corona tipe baru sangat tinggi sehingga semua daerah di provinsi tersebut berstatus merah, namun kerja keras bersama pimpinan provinsi, kabupaten, dan kota dibantu oleh relawan membuat angka kasus positif turun luar biasa di awal November lalu.

    Bahkan, Doni Monardo mengatakan prosentase zona kuning sangat banyak saat itu, tapi memang akhirnya berubah lagi akhir-akhir ini.

    "Sebenarnya kalau kita sungguh-sungguh ingin kurangi kasus kuncinya hanya satu, disiplin, patuh pada protokol kesehatan. Karena kita tahu penularan lewat aerosol, artinya kalau tidak jaga jarak dan pakai masker, maka dengan cepat bisa tertular, terlebih jika sekitarnya tidak menggunakan masker dan tidak jaga jarak," kata Doni.

    Perlu kolaborasi bersama turun tangan secara kolektif mengajak semua orang untuk patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo, ujar Doni, juga telah mengingatkan tidak ada jaminan jika vaksin Covid-19 sudah ada semua bisa terhindar dari penyakit ini.

    Sehingga perlu diingatkan lagi, untuk selalu menjalankan 3M, menggunakan masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter untuk menghindari tetesan air liur dari batuk atau bersin orang yang membawa virus corona tipe baru.

    "Kita tidak ingin masyarakat kendor, karena sudah sembilan bulan dan dua minggu setelah 13 Maret ditetapkan kondisi kekarantinaan nasional. Ada 16 provinsi alami kenaikkan kasus, dan 18 provinsi kasus menurun, sedangkan di Jawa kebanyakan meningkat," ujar Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.