Satgas: Meski Ada Vaksin Covid-19, Jangan Tinggalkan Pakai Masker

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    Juru Bicara Satgas COVID-19 yang baru, Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan terkait update pandemi tersebut di Indonesia . Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. Ketua Tim Pakar GTPPC-19 (KOMBEN BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

    TEMPO.CO, JakartaJuru bicara Satuan Tugas penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan masyarakat tidak boleh meninggalkan masker dan protokol kesehatan lainnya meski ada vaksin Covid-19.

    "Dengan adanya vaksin tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, karena bisa saja nanti bobol," kata dia pada diskusi virtual dengan tema "Napas panjang penanganan Covid-19" pada Jumat, 18 Desember 2020.

    Saat ini, kata Wiku, perhatian masyarakat sedang tertuju pada vaksin Sinovac asal China. Sebagian masyarakat beranggapan Covid-19 akan selesai dengan adanya vaksin.

    Padahal, Wiku mengatakan saat ini pandemi masih membayangi dunia. Oleh sebab itu, masyarakat harus melihat vaksin merupakan salah satu tameng atau perlindungan untuk tubuh.

    "Jadi kita harus punya perlindungan berlapis dan vaksin merupakan salah satu perlindungan," katanya.

    Selain penerapan protokol kesehatan, peningkatan imun tubuh dengan olahraga teratur serta istirahat yang cukup juga harus tetap dilakukan. "Olahraga jangan ditinggalkan meskipun sudah ada vaksin," ujar Wiku.

    Pemerintah saat ini masih mempelajari secara mendalam apakah vaksin yang telah tiba mampu atau efektif memproteksi diri 100 persen dari virus corona atau Covid-19.

    Terakhir, ia berharap selama 10 bulan masyarakat berjuang melawan pandemi Covid-19 yang disertai penerapan kebiasaan protokol kesehatan terus dilakukan secara kontinu dan kolektif. "Itu adalah proses belajar yang lama dan harusnya masyarakat sudah pintar dan terbiasa," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.