Dukung Jokowi Reshuffle Kabinet, Projo: Pilih Menteri yang Setia Sampai 2024

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Relawan Pro Jokowi (Projo) menyatakan prihatin terhadap perilaku korupsi dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Mereka adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial Juliari Batubara. Bendahara Umum DPP Projo, Panel Barus, mengatakan para relawan mendukung Jokowi segera mengocok ulang atau reshuffle kabinet.

    Panel berujar reshuffle ini demi langkah awal perbaikan kondisi bangsa yang berat akibat pandemi Covid-19 dan perkembangan sosial politik teranyar. Mengingat tahun-tahun politik yang akan datang, Panel pun meminta Jokowi memilih menteri yang loyal hingga akhir masa jabatan pada 2024 nanti.

    "Pilihlah menteri yang setia sampai akhir, bukan orang yang toleh kanan-toleh kiri sambil menunggu 2024," kata Panel dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis, 17 Desember 2020.

    Presiden Jokowi belum memberikan tanda-tanda melakukan reshuffle kabinet. Ia baru menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri KKP Ad Interim dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagai Menteri Sosial Ad Interim.

    Namun, sejumlah sumber menyebutkan Presiden akan melakukan reshuffle setelah gelaran Pilkada 2020. Selasa, 15 Desember lalu, Jokowi bertemu Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga ketua umum Partai Gerindra--partai asal Edhy Prabowo. Namun Gerindra membantah pertemuan itu membicarakan pengganti Edhy.

    Panel mengatakan Projo telah mengkonsolidasikan para pendukung Jokowi pada 7 Desember lalu di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat. Menurut dia, konsolidasi itu wujud kesetiaan para relawan terhadap Jokowi dalam menjalankan program pemerintahan.

    Ia mengatakan para relawan prihatin dengan kondisi berat yang dihadapi Jokowi saat ini. Ia mengklaim relawan akan mengawal pemerintahan Jokowi hingga 2024. "Apa pun program prorakyat yang Presiden akan jalankan, kami pasti bersama Jokowi hingga 2024," ujar dia.

    Dukungan ini termasuk terhadap program vaksinasi nasional pada 2021. Panel menilai vaksinasi yang efektif menjadi syarat bagi pertumbuhan ekonomi di 2021. Menurut Panel, pendukung Jokowi siap bekerja di akar rumput agar program vaksinasi ini efektif. "Karena ada juga upaya mengganggu program vaksinasi," kata Panel.

    Panel tak merinci apa yang dia maksud sebagai upaya mengganggu vaksinasi. Namun, rencana vaksinasi selama ini memang dikritik lantaran pemerintah dianggap terburu-buru membeli vaksin Sinovac yang belum terbukti aman dan efektif.

    Selain itu, Panel mengatakan, para pendukung Jokowi berkomitmen menjaga NKRI dari rongrongan kelompok intoleran dan disintegrasi. Ia mengatakan para aktivis dan relawan memiliki jejaring luas untuk menjadi mata dan telinga bagi Presiden.

    "Informasi dan analisis situasi yang orisinil adalah syarat mutlak dalam menentukan langkah penyelesaian problem intoleransi dan ancaman disintegrasi," ujar Panel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.