Robert De Niro, Konsistensi dan Daya Hidupnya Bersama Dino Patti Djalal di Mola Living Live

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL-Robert De Niro bukan sekadar seorang aktor, produser, dan sutradara film biasa. Dua penghargaan Oscar, satu trofi Golden Globe Award, Cecil B. DeMille Award, dan Screen Actors Guide Life Achievement merupakan bukti ia legenda seni film bermartabat tinggi dan menginspirasi. Demikian juga dengan kehidupannya di luar film. 

    Robert De Niro, pria yang kini berusia 77 tahun dan berkewarganegaraan Amerika Serikat serta Italia ini akan hadir langsung melalui perbincangan via video conference dalam program Mola Living Live di Mola TV pada Rabu 16 Desember 2020, pukul 21.00 WIB. De Niro punya semacam napas panjang atau konsistensi istimewa untuk menekuni bidang dipilihnya, film, dari tahun 1963 sampai 2020 ini.  

    Untuk mewawancarai tokoh melegenda, konsisten, dan sekuat itu, yang patut diteladani di film dan bidang lain, Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri 2014 dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat 2010-2014, mempersiapkan diri secermat mungkin. 

    Bersama aktor Reza Rahadian, pria berusia 55 tahun yang menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai diplomat ini, sangat antusias menjadi pemandu di Mola Living Live. Sebuah acara yang menghadirkan tokoh dunia untuk berbagi aspirasi dan menjadi lebih penting pada era pandemi seperti sekarang. 

    Pada edisi Mola Living Live sebelumnya, keduanya mewawancarai sutradara film Spike Lee. Sebagaimana dengan Lee, acara yang mereka pandu ini juga memungkinkan para pelanggan Mola TV menitipkan pertanyaan kepada Robert De Niro.     

    “Kalau saya kan bergerak dalam sirkuit karier di mana sering yang selalu bersenggolan dengan tokoh-tokoh dunia. Jadi saya sering berdikusi langsung dengan mereka, karena saya diplomat,” kata Dino Patti Djalal, yang juga Juru Bicara Presiden 2004-2010, dalam wawancara dengan media pada Selasa, 15 Desember 2020.

    Tapi, berbincang langsung dengan legenda film Robert De Niro, melalui video conference, pada Rabu 16 Desember 2020, merupakan perspektif baru bagi Dino dan memberikan semangat inspirasi bagi masyarakat Indonesia yang sedang mengalami pandemi. Hal itu sebagaimana perbincangan dia sebelumnya dengan Spike Lee di Mola Living Mola TV.  

    “Cuma satu dimensi yang belum tersentuh untuk publik figur di Indonesia dan Hollywood, yaitu berbicara langsung dengan Robert De Niro. Bisa jadi saya merupakan orang Indonesia pertama yang melakukan itu (mewawancarai Robert De Niro. Ini bagus sekali dan juga baru untuk social live dan cultural di Indonesia dan berbicaranya mengenai Indonesia,” kata Dino. 

    Hal itu yang menyebabkan Dino mempersiapkan secara total menyambut nara sumber atau tamu, sebagaimana ketika dia membantu Presiden dalam posisinya Wakil Menteri Luar Negeri, Duber RI untuk Amerika, dan Juru Bicara Presiden. Dino dengan nada bergurau menyebutnya sebagai jurus-jurus istana untuk mewawancarai Robert De Niro

    “Hal baru dan bukan mengobrol sambil numpang lewat. Dua-duanya orang (Spike Lee dan Robert De Niro) yang belum pernah ke Indonesia. (Pembicaraannya) Harus lebih dari sekadar film,” ujar Dino. 

    “Saya ingat waktu dului di istana, persiapannya sangat teliti untuk memahami profil (nara sumber atau tamu) termasuk gosipnya. Saya agak begitu dengan Robert De Niro. Suatu tantangan pribadi dan intelektual. Saya belajar banyak mengenai Robert De Niro. Saya tahu orangnya agak sensitif dan pernah walk-out dalam sebuah wawancara,” kata Dino. 

    Menjawab pertanyaan soal apa yang akan ditanyakan kepada Robert De Niro di luar soal film tentang Indonesia dan masalah dunia, Dino menjawab, “Misalnya apakah dia membayangkan semua orang dunia akan mendapat vaksin. Ini kan paling sensitif karena diborong oleh negara-negara  kaya. Juga pandangannya mengenai Indonesia.”

    Mewawancarai tokoh sekaliber Robert De Niro membutuhkan pemandu yang kuat dan memiliki pengalaman hidup sekaya pemenang Oscar untuk aktor utama dalam film Raging Bull pada 1980 dan aktor pembantu terbaik di film Godfather Part II 1974, selain tujuh nominasi seperti dalam The Deer Hunter 1978 dan Irishman pada tahun 2020 ini. 

    Dan, Dino Patti Djalal menjadi salah satu pemandu yang memiliki kapasitas tersebut. Selain pernah tinggal lama di Amerika Serikat, menekuni karier diplomat dari bawah sampai kategori puncak, Dino juga baru saja September, merasakan pengalaman terkena Covid-19 dan  sembuh pada September 2020.

    Karena itu, sosok Robert De Niro dan Dino Patti Djalal, serta Reza Rahadian, sama-sama menjadi tokoh yang sangat menginspirasi dalam acara Mola Living Mola TV ini. “Ada momen dua hari di mana, saya merasakan akan meninggal. Saya sudah memulai persiapan,” kata Dino. 

    Melewati masa ujian tersebut menjadi sebuah pengantar yang bagus buat Dino untuk mewawancarai Robert De Niro, yang tidak pernah menyerah menekuni karier aktor film, pernah ditolak untuk seleksi casting di Godfather Part I, dan selalu konsisten di dunianya. 

    “Be persistent, be passionate.  “Dia tidak pernah menyerah dan selalu konsisten di dunianya,” kata Dino Patti Djalal, yang pernah bertemu langsung dan berbicara dengan Robert Duvall, aktor berkaliber yang membuat Robert De Niro, berkilau sebagai aktor utama di The Deer Hunter.

    Perwakilan Mola TV Mirwan Suwarso berharap, pengalaman yang diceritakan Robert De Niro di Mola Living Live akan memberikan motivasi dan dorongan kepada para penonton Mola TV untuk selalu bekerja total dan maksimal terhadap segala hal yang dikerjakan. "Ia  salah satu aktor terbaik dunia dan semoga masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan langka ini untuk bertanya dan mencari pelajaran dari pengalamannya,” ujar Mirwan.

    Acara diskusi dan tanya-jawab Mola Living Live bersama Robert De Niro ini bisa disaksikan dengan membeli paket langganan Mola TV mana pun, mulai dari Rp 12.500 per bulan dan mengaksesnya melalui apikasi Mola TV yang tersedia di appstore dan playstore atau melalui situs www.mola.tv. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.