Rizieq Shihab Pulang, Mabes Polri: Tak Ada Pengamanan, Kalau Mau Pulang Silakan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menegaskan institusinya tak memberikan pengamanan khusus ihwal kepulangan pendiri Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

    "Enggak ada pengamanan. Ya kalau mau pulang, silakan saja," ujar Awi saat dikonfirmasi pada Rabu, 28 Oktober 2020.

    Pentolan FPI itu sebelumnya mengumumkan akan kembali ke Tanah Air bersama keluarganya. Hal itu disampaikan Rizieq dalam sebuah video berdurasi 01.30 menit, yang sudah tersebar di media sosial. Kepada wartawan, Juru Bicara FPI Novel Bamukmin mengkonfirmasi video tersebut anyar direkam.

    "Insya Allah dalam waktu dekat ini, tidak lama lagi, saya sekeluarga akan kembali ke Indonesia, akan pulang ke Tanah Air, dan akan kembali berjuang bersama umat Islam di kita punya negeri tercinta," demikian pernyataan Rizieq dalam video itu.

    Namun, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh membantah klaim FPI. Agus menyebut, berdasarkan komunikasinya dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih “blinking merah”. Artinya, visa habis dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.