Soal Faskes Covid-19, Airlangga: Keterisian Kamar RS di DKI Sekitar 50 Persen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog khusus virtual yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Tempo Media Group, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog khusus virtual yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Tempo Media Group, Kamis, 20 Agustus 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto menegaskan bahwa saat ini fasilitas kesehatan Indonesia masih memadai untuk menanggulangi pasien Covid-19. Hal ini, kata dia, tercermin dari keterisian tempat tidur yang masih aman.

    "Tercermin dari keterisian tempat tidur dan tempat ICU pada RS rujukan di 8 provinsi prioritas, rata-rata 46,11 persen untuk bed occupancy rate di ICU, kemudian 47,88 di ruang isolasi," kata Airlangga usai rapat koordinasi, seperti dikutip dari siaran di YouTube Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat, 11 September 2020.

    Airlangga mengatakan dari data terakhir, secara nasional recover rate pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 71,2 persen. Sedangkan fatality rate atau rasio kematiannya 4,1 persen.

    Dua daerah, yakni Bali dan DKI Jakarta, menurut Airlangga, mendapat perhatian khusus dari Komite. Pasalnya keterisian kasur bagi ICU dan isolasi di kedua provinsi ini ada di atas 50 persen. "Sedangkan untuk 6 daerah lain di bawah 50 persen," kata Airlangga.

    Dalam rapat itu hadir Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir, dan Wakapolri Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.

    Hingga Jumat, 11 September 2020, total kasus di Indonesia mencapai 210.940. DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus terbanyak. Terdapat 964 kasus baru yang terjadi di DKI sejak kemarin. Adapun Jawa Tengah menjadi provinsi penyumbang terbanyak selanjutnya dengan 566 kasus.

    Adapun secara nasional angka kesembuhan bertambah sebanyak 2.707, sehingga total jumlah pasien sembuh menjadi 150.217 kasus. Adapun per hari ini, penambahan pasien meninggal adalah 88 orang. Hasilnya, total kasus meninggal menjadi 8.544 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.