Ucapkan Belasungkawa untuk Jakob Oetama, Jokowi: Dia adalah Tokoh Bangsa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada 1963, Jakob Oetama menerbitkan majalah Insitari bersama rekannya sesama jurnalis, PK Ojong. Dua tahun kemudian, mereka mendirikan harian Kompas pada 28 Juni 1965. dok. Arsip Kompas Gramedia

    Pada 1963, Jakob Oetama menerbitkan majalah Insitari bersama rekannya sesama jurnalis, PK Ojong. Dua tahun kemudian, mereka mendirikan harian Kompas pada 28 Juni 1965. dok. Arsip Kompas Gramedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan rasa bela sungkawa atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, Rabu, 9 September 2020.

    Dikutip dari Instagram pribadi Jokowi, ia mengaku sangat kehilangan sosok Jakob. "Almarhum bukan hanya seorang tokoh pers, pendiri, dan pemimpin harian Surat Kabar Kompas atau Kelompok Kompas Gramedia, tapi dia adalah tokoh bangsa ini," kata Jokowi.

    Jokowi mengenang sosok pria berusia 88 tahun tersebut sebagai seorang jurnalis sejati dengan semangat juang dan daya kritis yang tinggi.

    Pandangan Jakob pun ia sebut selalu penuh nuansa kemanusiaan. "Ia selalu menyampaikan pandangan dan kritiknya itu dengan bahasa yang halus dan santun," kata Jokowi.

    Jokowi pun mendoakan pengabdian Jakob mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Ia jug mendoakan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah.

    "Selamat jalan Pak Jakob Oetama. Terima kasih untuk warisan kebajikan dan jasa almarhum untuk dunia pers dan bangsa ini," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.