Kapolri Minta Jajaran Petakan Tempat Ramai yang Berpotensi Jadi Klaster Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) tiba untuk mengikuti Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis menginstrusikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pemetaan terhadap tempat-tempat yang berpotensi mengundang keramaian di masa pandemi Covid-19. Khususnya, seperti mal, perkantoran, atau pasar.

    Instruksi itu tercantum dalam surat telegram bernomor ST/2609/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020 dan ditandatangani oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan Komisaris Jenderal Agus Andrianto.

    "Lakukan identikasi dan mapping tempat-tempat keramaian yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19, seperti mal, perkantoran, dan pasar," demikian tertulis dalam TR yang diterima Tempo pada Rabu, 9 September 2020.

    Kemudian, Polri juga diminta membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar membantu TNI-Polri mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Lalu, para personel diharuskan meningkatan kedisplinan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan internal.

    "Jangan sampai lingkungan internal jadi klaster baru Covid-19."

    Selanjutnya, Kapolri juga mewajibkan kepada seluruh personel untuk memeriksakan kesehatannya sebelum bertugas. Ia ingin anggota yang turun adalah mereka yang dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit penyerta.

    "Berikan perhatian dan perawatan insentif terhadap anggota dan keluarga yang terpapar Covid-19."

    Terakhir, Kapolri menyarankan agar anggota tidak melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat saat melakukan pengawasan dan pendisplinan penerapan protokol kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.